Pekanbaru, detaksatu.com : Universitas Islam Riau (UIR) menggelar Wisuda Periode I Tahun 2026 dengan mengukuhkan sebanyak 917 wisudawan dan wisudawati dari program Doktor, Magister, Profesi, dan Sarjana. Kegiatan ini dihadiri Kepala LLDIKTI Wilayah XVII (Riau dan Kepulauan Riau), jajaran Yayasan Lembaga Pendidikan Islam (YLPI) Riau, Rektor UIR beserta sivitas akademika, serta para orang tua wisudawan.
Dalam sambutannya, Kepala LLDIKTI Wilayah XVII menyampaikan apresiasi dan ucapan selamat kepada keluarga besar UIR atas terselenggaranya wisuda tersebut. Ia menegaskan bahwa wisuda bukanlah akhir perjalanan, melainkan pintu awal menuju kontribusi nyata bagi masyarakat, bangsa, dan negara.
“Gelar yang diraih hari ini bukan sekadar simbol kelulusan, tetapi awal dari tanggung jawab besar untuk menghadirkan solusi dan kemajuan di tengah masyarakat,” ujarnya.
UIR saat ini telah terakreditasi Unggul sebagai perguruan tinggi, dengan 46 program studi yang tersebar pada berbagai jenjang pendidikan. Dari total 46 program studi tersebut, sebanyak 15 program studi terakreditasi Unggul, 24 Baik Sekali, 6 Baik, dan 2 terakreditasi B. Data akademik menunjukkan UIR memiliki total mahasiswa sebanyak 24.936 orang.
Dari sisi sumber daya manusia, UIR didukung oleh 553 dosen, dengan rincian 21 Profesor (Guru Besar), 102 Lektor Kepala, 327 Lektor, 71 Asisten Ahli, dan 32 dosen yang belum memiliki jabatan fungsional. Berdasarkan kualifikasi akademik, sebanyak 241 dosen telah bergelar Doktor (S3), 309 dosen bergelar Magister (S2), serta 2 dosen Spesialis-1. Capaian ini memperlihatkan komitmen UIR dalam menjaga dan meningkatkan mutu pendidikan tinggi.
Kepala LLDIKTI Wilayah XVII menyebut UIR sebagai salah satu “lokomotif” pendidikan tinggi di Riau dan Kepulauan Riau yang konsisten memadukan nilai-nilai Islam dengan kemajuan ilmu pengetahuan dan teknologi. Di tengah tantangan tahun 2026 yang ditandai dengan pesatnya perkembangan kecerdasan buatan (AI) dan transformasi digital, lulusan perguruan tinggi dituntut tidak hanya cerdas secara akademik, tetapi juga adaptif, inovatif, dan berintegritas.
“Bukan lagi tentang siapa yang paling banyak menghafal teori, tetapi siapa yang paling cepat beradaptasi dengan teknologi tanpa kehilangan moralitasnya,” tegasnya.
Ia juga menitipkan tiga pesan utama kepada para lulusan, yakni agility (kelincahan beradaptasi), integritas, dan networking. Para wisudawan diharapkan tidak hanya menjadi pencari kerja, tetapi juga pencipta lapangan kerja, serta mampu membangun kolaborasi melalui jejaring alumni demi kemajuan daerah dan bangsa.
Kepada para orang tua, Kepala LLDIKTI Wilayah XVII Bapak Dr H Nopriadi, SH, MKes, menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya atas doa, pengorbanan, dan dukungan yang telah diberikan. “Investasi pendidikan adalah investasi yang tidak pernah mengenal inflasi,” ungkapnya.
Wisuda Periode I Tahun 2026 ini menjadi momentum penting bagi UIR untuk terus memperkuat posisinya sebagai perguruan tinggi unggul di Wilayah XVII dan melangkah menuju world class university, sekaligus mencetak lulusan yang berakhlakul karimah, profesional, dan siap menjadi penggerak ekonomi serta sosial di tengah masyarakat.
Suasana haru spontan terlihat saat kehadiran orang tua mahasiswa yang meninggal satu bulan sebelum wisuda ini serta satu mahasiswa yang tampil ke depan memakai kursi roda. terlihat mata berkaca kaca sambil mengusap mata seluruh hadirin yang hadir.
Lap : Vie











Komentar