oleh

Hearing dengan Disdik, Komisi IV DPRD Pekanbaru Bahas Daya Tampung Sekolah

Pekanbaru, detaksatu : Komisi IV DPRD Kota Pekanbaru menggelar hearing bersama Dinas Pendidikan (Disdik) Pekanbaru, Senin (29/6/2026). Rapat tersebut membahas sejumlah persoalan pendidikan, mulai dari infrastruktur sekolah hingga kesiapan penerimaan murid baru tahun ajaran 2026/2027.

Hearing yang berlangsung di ruang Komisi IV DPRD Pekanbaru itu dipimpin Ketua Komisi IV Rois SAg, didampingi Wakil Ketua Nurul Ikhsan dan Sekretaris Roni Amriel SH MH. Turut hadir anggota Komisi IV Zulfan Hafiz, H Ervan SH, Zulfahmi SE, Faisal Islami, Pangkat Purba, dan Sovie Septiana SSos.

Sementara dari pihak Disdik Pekanbaru hadir langsung Plt Kepala Disdik Pekanbaru Alek Kurniawan bersama sejumlah staf.

Ketua Komisi IV DPRD Pekanbaru Rois SAg mengatakan, hearing tersebut digelar untuk memastikan kondisi dan progres pembangunan infrastruktur pendidikan, khususnya sekolah dasar negeri (SDN) dan sekolah menengah pertama negeri (SMPN) yang menjadi tanggung jawab Pemerintah Kota Pekanbaru.

Menurut Rois, Komisi IV ingin mendapatkan gambaran secara jelas mengenai progres pembangunan fisik sekolah dan penambahan ruang kelas yang telah dilakukan sejak 2025 maupun yang dilaksanakan pada 2026.

“Kita ingin tahu sejauh mana progres pembangunan fisik sekolah dan penambahan ruang kelas. Itu mulai tahun 2025 dan progres 2026,” kata Rois usai rapat.

Selain infrastruktur, Komisi IV juga menyoroti kesiapan Disdik Pekanbaru menghadapi penerimaan murid baru tahun ajaran 2026/2027.

Rois menyebut jumlah lulusan SD di Pekanbaru tahun ini mencapai lebih dari 17 ribu siswa. Sementara daya tampung SMP negeri di Kota Pekanbaru hanya sekitar 13 ribu siswa.

Kondisi tersebut, kata dia, harus menjadi perhatian serius Pemko Pekanbaru agar tidak menimbulkan persoalan dalam proses penerimaan murid baru.

“Makanya ini yang kita pertanyakan, apa solusi yang ditawarkan Disdik dalam penerimaan SPMB tahun ini. Kita harapkan semuanya tertampung sesuai empat jalur yang ada, yakni domisili, prestasi, afirmasi, dan mutasi,” tegas Rois.

Dia meminta Disdik Pekanbaru menyiapkan langkah konkret untuk mengantisipasi kesenjangan antara jumlah lulusan SD dengan daya tampung SMP negeri.

Menurutnya, persoalan daya tampung tidak hanya menyangkut proses penerimaan murid baru, tetapi juga berkaitan dengan kebutuhan ruang kelas dan ketersediaan sarana pendidikan di Pekanbaru.

Sementara itu, Plt Kepala Disdik Pekanbaru Alek Kurniawan menjelaskan, progres pembangunan fisik SDN dan SMPN pada 2025 telah berjalan sesuai target.

Sedangkan sejumlah program pembangunan pada 2026 masih dalam proses. Selain program yang bersumber dari Pemko Pekanbaru, Disdik juga mendapatkan bantuan pembangunan Sekolah Nasional Terintegrasi (SNT) dari Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah.

“Lokasinya itu di Jalan Palembang, Kulim. Insyaallah tahun depan dibangun,” jelas Alek.

Selain itu, kata Alek, terdapat program SNT Konsolidasi di Kecamatan Tenayan Raya yang melibatkan SDN 131, SMPN 38, dan SMAN 6.

Disdik Pekanbaru juga telah mengusulkan program revitalisasi terhadap 76 sekolah negeri yang terdiri dari SDN dan SMPN kepada pemerintah pusat.

 

“Untuk tahun 2026 ini kita mengusulkan ke Kementerian revitalisasi untuk 76 sekolah, SDN dan SMPN,” ujarnya.

Komisi IV DPRD Pekanbaru selanjutnya akan terus mengawal kesiapan infrastruktur dan daya tampung sekolah agar pelaksanaan penerimaan murid baru tahun ajaran 2026/2027 berjalan optimal serta memberikan kesempatan pendidikan bagi seluruh lulusan SD di Kota Pekanbaru. (Galeri)

Lap : Vie

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru