Pekanbaru, detaksatu.com : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XVII menyelenggarakan *Bimbingan Teknis (Bimtek) Penyusunan Dokumen Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI) untuk Akreditasi Unggul dan Kurikulum Outcome-Based Education (OBE)* yang dilaksanakan di Kampus Pelita Indonesia–Srikandi, Pekanbaru, Rabu (14/1/2026).
Kegiatan ini diikuti oleh pimpinan perguruan tinggi, pengelola SPMI, tim kurikulum, dosen, serta satuan penjaminan mutu internal dari berbagai perguruan tinggi di lingkungan LLDIKTI Wilayah XVII. Bimtek ini menjadi bagian dari upaya strategis LLDIKTI dalam memperkuat budaya mutu dan kesiapan perguruan tinggi menuju akreditasi unggul.
Kepala LLDIKTI Wilayah XVII dalam sambutannya menegaskan bahwa peningkatan mutu perguruan tinggi tidak dapat lagi bersifat seremonial, melainkan harus menjadi sistem hidup yang terintegrasi dalam seluruh tata kelola institusi. Hal tersebut sejalan dengan semangat lahirnya Permendiktisaintek Nomor 39 Tahun 2025, yang menempatkan mutu sebagai fondasi utama transformasi pendidikan tinggi.

“Mutu bukan sekadar standar di atas kertas. Mutu adalah harkat perguruan tinggi, masa depan mahasiswa, dan wajah bangsa di mata dunia. Oleh karena itu, SPMI harus menjadi jantung manajemen perguruan tinggi, bukan hanya tanggung jawab lembaga penjaminan mutu,” tegasnya.
Lebih lanjut disampaikan bahwa implementasi kurikulum berbasis OBE menjadi kunci dalam memastikan lulusan perguruan tinggi memiliki kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dunia kerja, adaptif terhadap perubahan global, serta memiliki daya saing tinggi. Melalui penerapan siklus PPEPP (Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan), perguruan tinggi diharapkan mampu menjalankan perbaikan mutu secara berkelanjutan dan berbasis data.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala LLDIKTI Wilayah XVII juga menekankan pentingnya integritas data pada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDIKTI) sebagai representasi mutu institusi. Data yang akurat, mutakhir, dan mencerminkan kondisi riil menjadi dasar dalam pengambilan kebijakan, akreditasi, perizinan, serta kepercayaan publik.
“LLDIKTI Wilayah XVII berkomitmen untuk hadir sebagai mitra strategis bagi perguruan tinggi. Kami siap mendampingi, membimbing, dan berjalan bersama dalam transformasi mutu, bukan untuk menghakimi, melainkan untuk memastikan perguruan tinggi tumbuh secara berkelanjutan,” tambahnya.

Melalui Bimtek ini, diharapkan para peserta memperoleh pemahaman yang komprehensif mengenai prinsip, standar, dan langkah teknis penyusunan dokumen SPMI serta kurikulum OBE yang selaras dengan kebijakan nasional dan kebutuhan akreditasi unggul. Kegiatan ini juga menjadi wadah berbagi praktik baik (*best practice*) antar perguruan tinggi dalam membangun budaya mutu yang berintegritas.
Menutup sambutannya, Kepala LLDIKTI Wilayah XVII menyampaikan harapan agar kegiatan ini memberikan dampak nyata terhadap peningkatan kualitas pendidikan tinggi di wilayah Riau dan Kepulauan Riau, serta mendoakan Institut Bisnis dan Teknologi (IBT) Pelita Indonesia dapat meraih akreditasi unggul pada tahun 2026.
Lap : Vue











Komentar