oleh

Tim Sendratasik UIR Praktek Metode Koreografi di Sanggar Sendayung, Kabupaten Kampar

Kampar, Detaksatu ; Dalam rangka menerapkan Tridharma Perguruan Tinggi dalam bidang Pengabdian Masyarakat. Tim Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) Program Studi (Prodi) Pendidikan Seni Drama, Tari dan Musik (Sendratasik) Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Riau (UIR) melaksanakan “Pengarapan Tari Dengan Mengunakan Metode Koreografi” kepada siswa dan siswi di Sanggar Sendayung, Kecamatan Kampar kiri, Kabupaten Kampar.

Dari hasil pengamatan kajian di sanggar Sendayung, masih belum bisa penciptaan dan pengarapan tari dengan metode koreografi belum begitu mengetahui dan mengerti, mereka hanya belajar tari dan menari. Selain itu, seorang pencipta tari atau penata tari haruslah memikirkan, isi, bentuk, teknik dan proyeksi, aspek –aspek.

Agar semua itu berjalan sempurna, Tim PKM Prodi Sendratasik UIR yang di Ketuai Yanyar Erawati, M.SN dengan beranggotakan DR. Zulkifli S.PD, M.PD., Muslim, serta didampingi mahasiswi Desvita Andriani, dan Safira Putri Didelia melaksanakan kegiatan PKM dengan memberikan contoh dan mempraktekan langsung bagaimana cara atau teknik pengarapan tari dengan mengunakan metode koreografi, di Sanggar Sendayung, Sabtu (20 Agustus 2022) yang lalu.

Menurut, Yanyar Erawati menjelaskan banyaknya kegiatan yang diikuti oleh sanggar Sedayung, membuat sanggar Sendayung menjadi terkenal di Kabupaten Kampar. Akan tetapi, dalam hal pengarapan atau penciptaan tari, siswa-siswi di sanggar Sendayung belum memahami secara koreogafi, mereka hanya dibekali tarian dan menari.

“Tim PKM Sendratasik UIR langsung memberikan ilmu kepada siswa- siswi, baik secara teori dan praktek mengenai proses pengarapan atau penciptaan tari mengunakan metode koreografi dan mengkreatifkan dalam pengarapan tari secara koreografis,” ungkapnya.

Ia pun menambahkan tentang peran koreografer sangat penting dalam menyukseskan pertunjukan tari, merupakan orang yang memiliki pengetahuan seni terkhusus dalam bidang seni tari, yaitu menciptakan sebuah karya seni tari.

“Dalam menyusun karya seni tari dapat menggunakan perbendaharaan gerak tradisi yang sudah ada atau melalui pencarian dan pengembangan gerak yang belum berpola sebelumnya yaitu dengan cara melakukan eksplorasi, improvisasi, dan pembentukan,” kata Dosen Yanyar kepada wartawan, Kamis (25/08/2022).

Dengan begitu, permasalahan di sanggar Sendayung dapat diusulkan berupa melakukan aspek pengetahuan atau teori pengarapan (penciptaan tari), dan aspek praktek pengarapan atau penciptaan tari dengan metode koreografi.

“Diharapkan sanggar Sendayung memiliki pengetahuan dan pemahamam secara teori dan praktek berdasarkan solusi yang diusulkan,” pungkasnya.

Editor : Vie

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru