Pekanbaru, detaksatu : Tim Penyuluh Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Mabes TNI melaksanakan patroli di wilayah rawan Karhutla, Jalan Labersa, Kelurahan Simpang Tiga, Kecamatan Bukit Raya, Kota Pekanbaru, Senin (7/9/2026).
Kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya pencegahan dan deteksi dini terhadap potensi terjadinya Karhutla, sekaligus memperkuat sinergi antara TNI, pemerintah daerah, aparat kewilayahan dan masyarakat dalam menjaga lingkungan.
Dalam kegiatan tersebut, Marsma TNI Setiawan W didampingi Kolonel Inf Oni Kristiono, Kolonel Arh Yudha Kusumah, Kolonel Inf Eko Wardono, Kolonel Sus Adam, Letkol Arh Zainal Arifin, Mayor Mar Jonathan, Mayor Mar Denis dan Mayor Arh Adhy.
Turut hadir Pasi Ops Kodim 0301/Pekanbaru Mayor Arh Nirzam, S.Sos., Camat Bukit Raya Defna Leony, S.IP., M.Si., Lurah Simpang Tiga Harmendra, S.Sos., Danpos Kecamatan Bukit Raya Peltu H. Masturo, Babinsa se-Kecamatan Bukit Raya, Bhabinkamtibmas, Ketua LPM Kelurahan, Ketua Forum Kelurahan Simpang Tiga, Ketua RW 01 serta warga Kelurahan Tangguh Bencana.
Dalam patroli tersebut, tim meninjau langsung kondisi wilayah yang dinilai memiliki potensi kerawanan Karhutla. Selain melakukan pemantauan, personel juga memberikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga lingkungan dan meningkatkan kewaspadaan terhadap munculnya titik api.
Letkol Arh Zainal Arifin mengatakan, patroli dan penyuluhan merupakan langkah preventif untuk memastikan potensi Karhutla dapat diketahui dan ditangani sedini mungkin.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya pencegahan dan deteksi dini Karhutla. Kami turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi wilayah sekaligus mengajak masyarakat agar bersama-sama menjaga lingkungan,” ujarnya.
Menurutnya, pencegahan Karhutla membutuhkan keterlibatan seluruh pihak. Masyarakat memiliki peran penting karena berada paling dekat dengan lingkungan dan dapat menjadi mata serta telinga dalam mendeteksi apabila terdapat potensi kebakaran.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran dalam membuka atau membersihkan lahan. Apabila menemukan asap atau titik api, segera laporkan kepada aparat terdekat sehingga dapat ditangani dengan cepat sebelum meluas,” tegasnya.
Lebih lanjut disampaikan, sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah dan masyarakat harus terus diperkuat, khususnya dalam menghadapi kondisi cuaca yang dapat meningkatkan potensi terjadinya kebakaran.
Melalui patroli dan penyuluhan secara langsung, diharapkan kesadaran masyarakat semakin meningkat sehingga upaya pencegahan Karhutla tidak hanya menjadi tanggung jawab aparat, tetapi menjadi gerakan bersama untuk menjaga lingkungan dan melindungi masyarakat.
Kegiatan berlangsung aman dan lancar, dengan seluruh unsur yang terlibat berkomitmen untuk terus melakukan pemantauan serta langkah-langkah pencegahan Karhutla di wilayah Kota Pekanbaru.











Komentar