Pekanbaru, detaksatu : Pebiliar asal Filipina, Jundel Jano Mazon, sukses keluar sebagai juara Open Handicap 9 Ball Golden Break Pekanbaru 2026 setelah menampilkan performa impresif dan penuh determinasi sepanjang turnamen yang berlangsung 10–14 Juni 2026.
Atlet internasional yang membela rumah biliar 38 Immortal Pekanbaru itu memastikan gelar juara usai menaklukkan pebiliar muda Indonesia, Albert Januarta dari Carabao Jakarta, dengan skor meyakinkan 8-5 pada partai final yang digelar Minggu (14/6).
Keberhasilan Jundel menjadi sorotan utama turnamen. Pasalnya, ia sempat mengalami kekalahan dari lawan yang sama pada babak perempat final (8 besar) dengan skor 3-7.
Namun, saat keduanya kembali bertemu di partai puncak, Jundel mampu bangkit dan membalas kekalahan tersebut untuk mengunci gelar juara.
Sementara itu, posisi semifinalis berhasil ditempati oleh Edo dari 38 Immortal Pekanbaru dan Irsal Nasution dari WWW Billiard Jakarta.
Diikuti 112 Atlet Nasional dan Internasional
Event Director Open HC 9 Ball Golden Break, Susanto, menjelaskan turnamen tersebut diikuti 112 atlet yang mewakili 27 rumah biliar dan tujuh klub biliar dari berbagai daerah di Indonesia serta peserta mancanegara.
Menurutnya, peserta yang tampil merupakan atlet-atlet terbaik dari berbagai kategori handicap, termasuk pemain profesional tingkat nasional dan internasional.
“Turnamen ini berlangsung selama empat hari dengan total hadiah dan uang pembinaan mencapai Rp472 juta. Juara pertama memperoleh Rp160 juta, runner-up Rp70 juta, sementara masing-masing semifinalis menerima Rp25 juta,” ujar Susanto.
Ia menyebutkan, ajang ini merupakan salah satu turnamen biliar terbesar yang pernah digelar Golden Break Pekanbaru dan menjadi event internasional terbesar kedua yang diselenggarakan rumah biliar tersebut.
“Kami berharap turnamen ini dapat terus berlanjut sebagai bentuk dukungan terhadap pembinaan dan peningkatan prestasi atlet biliar, khususnya di Riau dan Pekanbaru,” katanya.
Dorong Ekonomi dan Pariwisata Daerah
Selain menjadi ajang kompetisi bergengsi, turnamen ini juga memberikan dampak ekonomi bagi Kota Pekanbaru. Kehadiran atlet, official, pendamping, serta pecinta biliar dari berbagai daerah dan negara turut menggerakkan sektor UMKM, perhotelan, kuliner, hingga jasa transportasi.
“Event ini tidak hanya mengangkat prestasi olahraga, tetapi juga memberikan multiplier effect bagi pelaku usaha lokal dan sektor pariwisata di Pekanbaru,” tambahnya.
Turnamen Biliar Terbesar di Riau
Ketua POBSI Pekanbaru, AKBP Supriyanto, menilai Open HC 9 Ball Golden Break 2026 sebagai salah satu turnamen biliar terbesar yang pernah digelar di Riau, baik dari sisi total hadiah maupun jumlah peserta.
Menurutnya, para peserta yang tampil merupakan atlet profesional yang kerap bersaing pada berbagai kejuaraan nasional dan internasional.
“Kami bangga karena turnamen ini diikuti atlet-atlet berkualitas, termasuk pemain asal Filipina yang memiliki rekam jejak prestasi dunia, serta atlet muda Indonesia seperti Albert Januarta yang telah mengharumkan nama bangsa di level internasional,” ujarnya.
Ia menegaskan, tujuan utama penyelenggaraan turnamen bukan sekadar mencari juara, melainkan menjadi wadah peningkatan jam terbang, pengalaman bertanding, dan motivasi bagi atlet-atlet lokal untuk terus berkembang.
“Melalui event ini, atlet Riau dapat belajar langsung dari pemain-pemain terbaik nasional maupun internasional. Ini menjadi modal penting dalam meningkatkan kualitas dan prestasi mereka ke depan,” katanya.
Mengusung tema “Dari Riau untuk Nusantara, Satu Meja Seribu Saudara”, turnamen tersebut juga menjadi sarana mempererat silaturahmi dan persaudaraan antar-atlet lintas daerah maupun negara.
“Siapa pun yang bertanding di atas meja hijau tetap bersaudara. Semangat kebersamaan dan sportivitas itulah yang ingin kami bangun melalui turnamen ini,” tuturnya.
Hal senada juga disampaikan Owner Golden Break, Linda Wati, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh pemain dan para juara dalam mengurusi turnamen.
Termasuk pada sponsor yang terus berkomitmen mendukung pembinaan olahraga biliar di Riau.
Dukungan yang diberikan sangat luar biasa. Diharapkan event ini terus berkembang dan ke depan mampu menghadirkan lebih banyak atlet dari berbagai negara.
Sehingga Pekanbaru semakin dikenal sebagai salah satu pusat penyelenggaraan turnamen biliar bergengsi di Indonesia.
“Kami dari Golden Break juga akan terus berkomitmen memberikan dukungan agar kemajuan atlit Riau kota Pekanbaru khususnya bisa lebih baik lagi kedepannya,” tutupnya.
Lap : Vie










Komentar