Rohil, detaksatu : Kegiatan bakti sosial (baksos) operasi katarak dan pterigium gratis Jilid ke-9 di Kabupaten Rokan Hilir (Rohil) memasuki hari kedua, Sabtu (6/6/2026). Aksi kemanusiaan massal yang digelar di RSUD dr. RM. Pratomo Bagansiapiapi ini berhasil melakukan tindakan operasi terhadap 173 mata warga setempat.
Kegiatan yang menargetkan kuota 200 mata ini diselenggarakan oleh Gema Sadhana Provinsi Riau yang berkolaborasi dengan Lions Club Medan Fortune Dodo dan Pusat Pelayanan Mata Lions Indonesia (PPMLI) Medan. Jalannya operasi ditangani langsung oleh ibu Valeria Chandra dari Lions Club Medan Fortune Dodo bersama seluruh Tim Medis PPMLI.
Aksi sosial ini juga mendapat dukungan penuh dari Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir, RSUD RM Pratomo, Dinas Kesehatan Rohil, Danrem Wirabima, Kodim Rohil, serta Kapolres Rohil dalam rangka memeriahkan Event Budaya Bakar Tongkang 2026. Panitia pelaksana kegiatan, Siswaja Muljadi alias Aseng, menjelaskan bahwa timnya telah melakukan sistem jemput bola ke berbagai wilayah untuk menjangkau masyarakat yang membutuhkan. Namun, ia mengakui langkah tersebut masih belum sepenuhnya efektif. “Sistem jemput bola masih kurang efektif karena ada beberapa wilayah yang kehadirannya tidak optimal,” ujar Siswaja pada Sabtu (6/6/2026).
Untuk mendapatkan layanan medis gratis ini, warga hanya perlu membawa KTP asli beserta fotokopinya saat datang ke lokasi pemeriksaan di rumah sakit.
Sementara itu, Ketua Gema Sadhana Kota Pekanbaru sekaligus juga panitia pendaftaran, Nata Hedy Nyo, melaporkan bahwa antusiasme warga sangat tinggi sejak hari pertama hingga hari ini. Dari total pendaftar, tim medis menerapkan seleksi yang ketat sebelum melakukan tindakan.
“Info jumlah pasien yang datang mendaftar mencapai 200 orang. Setelah dilakukan screening ketat, termasuk pengecekan tensi darah dan kadar gula darah, sebanyak 173 mata dinyatakan berhasil dilakukan tindakan operasi, baik katarak maupun PT (pterigium),” ujar Nata.
Terkait perawatan pasca-operasi, Nata menambahkan bahwa layanan pada hari Minggu, 7 Juni 2026, hanya akan dibuka setengah hari untuk fokus pada pemulihan pasien.
“Agendanya adalah pembukaan perban pasien, pemberian pengarahan pasca-operasi, serta pembagian kacamata dan obat-obatan, baik obat minum maupun obat tetes mata,” tutup Nata.
Tim medis mengingatkan bahwa perawatan pasca-operasi yang tepat sangat krusial untuk mencegah infeksi dan memastikan pemulihan optimal. Pasien wajib menggunakan obat tetes mata sesuai resep, menjaga mata agar tidak terkena air atau debu, menghindari aktivitas berat, serta dilarang keras mengucek mata selama masa penyembuhan.
Lap : Vie









Komentar