oleh

Kepala LLDIKTI Wilayah XVII: Sumpah Apoteker Adalah Komitmen Pengabdian untuk Kemanusiaan

Pekanbaru, Detaksatu.com : Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi (STIFAR) Riau Yayasan Universitas Riau melaksanakan Pengambilan Sumpah Apoteker XIII Program Studi Profesi Apoteker, bertempat di Hotel pangeran Pekanbaru. Acara ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Kepala LLDIKTI Wilayah XVII Dr H Nopriadi, SKM, MKes, yang turut memberikan sambutan dan pesan inspiratif bagi para apoteker baru.

Kepala LLDIKTI Wilayah XVII mengucapkan selamat kepada para lulusan yang telah resmi menyandang gelar Apoteker. Ia menegaskan bahwa pengambilan sumpah bukan sekadar seremoni, tetapi merupakan awal dari pengabdian nyata bagi masyarakat.

“Sumpah yang diucapkan hari ini bukan hanya sekadar kata-kata di atas kertas, melainkan komitmen untuk mengabdikan diri kepada kemanusiaan. Jadilah apoteker yang profesional, beretika, dan berjiwa melayani. Jadikan ilmu yang telah diperoleh sebagai jalan untuk memberikan manfaat sebesar-besarnya bagi masyarakat, bangsa, dan negara,” ungkap Dr H Nopriadi.

Lebih lanjut, Kepala LLDIKTI menjelaskan bahwa berdasarkan data nasional, Indonesia masih mengalami kekurangan jumlah apoteker. Saat ini terdapat sekitar 136.634 apoteker di seluruh Indonesia, yang berarti satu apoteker melayani sekitar 2.134 penduduk. Padahal, Ikatan Apoteker Indonesia (IAI) merekomendasikan rasio ideal adalah satu apoteker untuk setiap 1.000 penduduk.

Khusus di wilayah kerja LLDIKTI Wilayah XVII yang meliputi Provinsi Riau dan Kepulauan Riau, tantangan serupa juga masih dihadapi. Jumlah apoteker masih terkonsentrasi di kota-kota besar seperti Pekanbaru, Batam, dan Tanjungpinang, sementara daerah lain seperti Natuna, Rokan Hilir, dan Kuantan Singingi masih kekurangan tenaga farmasi.

“Kondisi ini menjadi panggilan moral bagi kita semua, terutama bagi para apoteker baru, untuk hadir dan mengabdi tidak hanya di kota, tetapi juga di daerah-daerah yang membutuhkan pelayanan kesehatan,” tegas Dr H Nopriadi.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala LLDIKTI Wilayah XVII Dr H Nopriadi, juga menegaskan komitmen lembaganya untuk terus mendukung STIFAR Riau dan seluruh perguruan tinggi di wilayah Riau dan Kepulauan Riau, yang saat ini terdiri atas 88 perguruan tinggi swasta dan 40 perguruan tinggi negeri di bawah Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi.

“Kami mendorong agar perguruan tinggi tidak hanya berfungsi sebagai tempat transfer ilmu, tetapi juga menjadi pusat inovasi, pengabdian, dan kolaborasi lintas sektor,” ujarnya.

Menutup sambutannya, ia mengajak seluruh pihak. mulai dari pemerintah provinsi, pemerintah daerah, perguruan tinggi, hingga organisasi profesi untuk memperkuat ekosistem farmasi di daerah.

“Melalui kolaborasi yang kuat, kita dapat mewujudkan pelayanan kesehatan yang lebih adil, merata, dan berbasis pada kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.

Lap : Vie

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *