oleh

Babinsa Kodim 0301 PBR Pimpin Patroli Karhutla Bersama Warga

Pekanbaru, Detaksatu.com : Di tengah kehangatan suasana Minggu pagi yang lazimnya diisi dengan kebersamaan keluarga dan rehat dari rutinitas, Sertu Guntur, Babinsa Kodim 0301/Pekanbaru (PBR), melaksanakan patroli pencegahan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di wilayah Jalan Ikan Parang, Kelurahan Muara Fajar Barat, Kecamatan Rumbai Barat, Kota Pekanbaru, Minggu (04/05/2025)

Sertu Guntur merangkul partisipasi aktif dari warga setempat, mengajak mereka untuk bersama-sama turun langsung ke lapangan. Mereka bahu-membahu menyusuri titik-titik yang dianggap rawan terhadap ancaman api, menunjukkan sinergi yang kuat antara aparat teritorial dan masyarakat dalam menjaga kelestarian lingkungan.

Sertu Guntur menyampaikan betapa pentingnya langkah antisipatif dalam menghadapi potensi karhutla. Ia menyadari betul bahwa kondisi cuaca saat ini sulit diprediksi, dengan perubahan drastis dari panas terik ke hujan deras yang bisa terjadi sewaktu-waktu. Oleh karena itu, menurutnya, pencegahan jauh lebih krusial daripada sekadar menunggu terjadinya kebakaran yang dapat menimbulkan kerugian besar.

Lebih lanjut, Sertu Guntur mengimbau dengan tegas kepada seluruh masyarakat untuk meninggalkan kebiasaan membuka lahan dengan cara membakar. Ia menekankan bahwa praktik tersebut harus dihentikan karena dampaknya sangat merugikan, mulai dari kerusakan ekosistem yang tak ternilai harganya hingga gangguan kesehatan serius akibat kabut asap yang ditimbulkan.

Sertu Guntur mengingatkan bahwa keinginan untuk meraih sesuatu secara cepat dan mudah tidak seharusnya mengorbankan kualitas udara yang bersih dan keseimbangan lingkungan yang ada. “Harus kita sadari, satu api kecil bisa menjadi malapetaka besar,” menyadarkan akan potensi bahaya yang mengintai jika kelalaian dan tindakan ceroboh dibiarkan.

Inisiatif kecil yang dilakukan Sertu Guntur pada Minggu pagi itu menjadi representasi nyata dari dedikasi seorang prajurit yang tidak mengenal batasan waktu dalam menjalankan tugasnya. Di balik seragamnya, ia hadir sebagai sosok pelindung yang siaga tanpa mengenal hari libur, semata-mata demi menjaga lingkungan yang sehat dan keselamatan seluruh masyarakat dari ancaman karhutla.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *