Pekanbaru, Detaksatu.com : Babinsa Koramil 04 Lima Puluh, Sertu Santoso, melaksanakan patroli pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah Jalan Pramuka Ujung Perum Indah Permai RT.03/RW.10, Kelurahan Lembah Sari, Kecamatan Rumbai Timur, Pekanbaru, Riau. Kegiatan ini merupakan upaya proaktif dalam menjaga lingkungan dan mencegah potensi terjadinya Karhutla di wilayah tersebut.
Patroli yang melibatkan satu personel TNI dan satu anggota Masyarakat Peduli Api (MPA). Mereka menggunakan satu unit sepeda motor sebagai kendaraan patroli. Dalam pelaksanaan patroli, Sertu Santoso dan anggota MPA melakukan pemantauan dan pengecekan terhadap titik-titik rawan Karhutla.
Dari hasil patroli yang dilakukan, tidak ditemukan adanya hotspot, titik api, maupun titik asap di wilayah tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa kondisi wilayah masih aman dan terkendali. Namun, Sertu Santoso tetap mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dan berhati-hati terhadap potensi terjadinya Karhutla, terutama pada musim kemarau.
Danramil 04 Lima Puluh, Kapten Arh Bagus Dwi, kegiatan ini dapat terus dilakukan secara rutin untuk mencegah terjadinya Karhutla di wilayah Rumbai Timur.
“Kami akan terus meningkatkan kegiatan patroli dan sosialisasi pencegahan Karhutla kepada masyarakat. Kami juga akan bekerja sama dengan instansi terkait untuk meningkatkan upaya pencegahan dan penanggulangan Karhutla,” ujar Kapten Arh Bagus Dwi, Rabu (19/02/2025)
Kegiatan patroli ini merupakan salah satu upaya dari Koramil 04 Lima Puluh dalam menjaga keamanan dan ketertiban di wilayahnya. Selain itu, kegiatan ini juga merupakan bentuk kepedulian terhadap lingkungan dan upaya untuk mencegah terjadinya bencana Karhutla yang dapat merugikan masyarakat dan lingkungan.
Dengan adanya kegiatan patroli ini, diharapkan masyarakat dapat lebih peduli dan terhadap potensi terjadinya Karhutla. Masyarakat juga diimbau untuk tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan dan melaporkan kepada pihak berwenang jika menemukan adanya titik api atau potensi terjadinya Karhutla.







Komentar