Pekanbaru, Detaksatu.com : Kejari Rokan Hilir (Rohil) memberikan respon yang positif terhadap pemberitaan yang sedang viral dan soal dugaan mark up dan tak sesuai volume pada pengadaan
seragam cleaning servis, operator komputer, pramusaji dan penjaga malam pada tahun 2023 lalu senilai Rp 480 juta di Bagian Umum Setda
Kepala Kejari Rohil, Andi Adikawira Putera, SH, MH melalui Kepala Seksi (Kasi) Intelijen, Yopentinu Adi Nugraha,SH dikonfirmasi detaksatu.com, Minggu, (1/12/24) menegaskan akan menindaklanjuti dugaan korupsi pada kegiatan tersebut. “Nama laporan pasti akan ditindaklanjuti, asal laporannya sesuai dengan PP 43,” kata Yoven singkat.
Diberitakan sebelumnya, ada dugaan korupsi pada pengadaan seragam cleaning servis, operator komputer, pramusaji dan penjaga malam di Bagian Umum Setda Rohil. Pasalnya, pengadaan yang bersumber dari APBD itu diduga kuat dikerjakan tidak sesuai dengan volume pekerjaan yaitu 600 stell. Dugaan ini mendapat tanggapan dari DPW INAKOR RIAU.
Berdasarkan investigasi detaksatu.com, pengadaan seragam yang dibelanjakan oleh Bagian Umum melalui pihak rekanan hanya 600 pcs baju, 300 helai celana/rok kain berwarna. Berdasarkan data, seharusnya Bagian Umum menyiapkan 600 pcs seragam, dan 600 helai celana/rok untuk dibagikan kepenerima sebanyak 300 orang.
Selain itu, berdasarkan konfirmasi detaksatu.com kepada pihak taylor (penjahit) yang beralamatkan Jakarta Pusat, Blok 5 Lantai 1, tempat Bagian Umum atau rekanan memesan seragam tersebut via whatshapp belum lama ini, terungkap, harga 1 pcs baju Rp 165 ribu dengan jenis kain Japam drill grade a.
Lap : BT







Komentar