oleh

Dosen FAI dan FEB UIR Edukasi Pola Hidup Islam

Rohul, Detaksatu : Pembinaan pola hidup islami di kalangan perempuan sangatlah penting, karena perempuan saat ini merupakan populasi masyarakat yang harus diperhitungkan. Tingkat kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pola hidup halal semakin meningkat namun tidak diiringi dengan pengetahuan dan pemahaman terhadap produk-produk halal baik dari segi makanan, minuman, kosmetik dan obat-obatan.

Dalam rangka meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pola hidup halal khususnya bagi kalangan perempuan, Dosen Fakultas Agama Islam dan Dosen Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Islam Riau melaksanakan kegiatan sosialisasi dan edukasi Pola Hidup Halal bagi majelis taklim, dasawisma dan wirausahawan perempuan di Kabupaten Rokan Hulu pada tanggal 29 Oktober 2022 yang lalu, dengan narasumber Dr. Hj. Daharmi Astuti, Lc, M.Ag (Dosen Fakultas Agama Islam UIR) dan Ibu Dr. Hj. Erlyan Sastraningsih, SE, ME, dengan tema ”Edukasi Pola Hidup Islami Dan Sosialisasi Sertifikasi Halal Bagi Majelis Taklim, Dasawisma dan Wirausahawan Perempuan di Kecamatan Kepenuhan Rokan Hulu.

“Kegiatan ini dihadiri oleh 70 orang ibu-ibu majelis taklim, Ibu-Ibu PKK, kader Pos Yandu dari Desa Kepenuhan Hilir Kecamatan Kepenuhan Kabupaten Rokan Hulu,” jelasnya.

Kegiatan tersebut merupakan salah satu tugas Tri Darma Perguruan Tinggi yang dibebankan kepada setiap dosen. Dosen diharapkan dapat memberikan kontribusi pemikiran dan memberikan manfaat bagi bangsa dan masyarakat melalui kegiatan PKM Tujuan pengabdian masyarakat ini adalah memberikan informasi, edukasi dan menambah wawasan bagi Perempuan, dasawiswa, dan Wirausahawan perempuan tentang pentingnya melakukan pola hidup halal dalam kehidupan. Kita sering beranggapan kalau seorang muslim sudah tahu mana yang halal dan mana yang haram. Namun sejatinya tidak semua produk halal diketahui oleh umat Islam, sehingga edukasi halal ini sangat penting dilakukan secara terus menerus di berbagai segmen dan lapisan masyarakat termasuk kaum perempuan.

Saat ini salah satu bidang yang cukup pesat perkembangannya di Rokan Hulu baik di bidang ekonomi, khususnya bidang kuliner, fashion dan wisata religi. Ketiga hal ini sangat erat kaitannya dengan pola hidup masyarakat dan kegiatan ekonomi seperti Wirausahawan perempuan seperti pedagang kecil, UMKM, usaha herbal, usaha loundry dan usaha lainnya.

Peran dan kontribusi akademisi dalam sosialisasi ini sangat dibutuhkan harus terus berupaya memberikan pencerahan, ilmu pengetahuan dan wawasan keislaman terkait makanan-minuman, kosmetika dan obat-obatan yang halal.

Dalam penyuluhan tersebut kalangan ibu-ibu sangat antusias mendapat informasi tentang bagaimana menghadapi tantangan 7 F (Faith, Food, Fun, Family, Film, Fantasy dan Financial) dan informasi tentang produk-produk yang halal dan produk yang haram. Mereka sangat aktif bahwa selama ini barangkali belum bisa membedakan mana produk tersebut yang boleh digunakan dan yang tidak boleh. Ibu Daharmi Astuti dalam materinya bertajuk ”Peningkatan Pola Hidup Islami Bagi Perempuan ” dan Ibu Erlyan dengan materi ”Pemberdayaan Ekonomi Syariah di Pedesaan” mendapat respon positif tidak beranjak selama lebih kurang 3 jam.

“Materi ini mendapat apresiasi dan pertanyaan yang kritis dari para Ibu-ibu. Bahkan Bapak Kades turut mengajukan pertanyaan bagaimana cara merancang pasar syariah. Bapak Kades dan Ibu Kades berharap materi ini juga bisa disampaikan dan disosialisaikan kepada seluruh lapisan masyarakat sehingga kesadaran masyarakat menjadi meningkat dalam menerapkan pola hidup islami dan mengurus sertifikasi halal ke lembaga JPH yang sudah ditetapkan,” ucapnya.

Harapan ke depan bahwa penyuluhan tentang pola hidup islami ini dapat dilanjutkan sehingga menjadi referensi, ajang silaturrahmi dan penguatan kerjasama kampus dengan berbagai mitra baik itu UIR, LPPOM dan Pemerintah di tingkat kecamatan dan pedesaan di Kabupaten Rokan Hulu. Kami juga mengucapkan terima kasih kepada Bapak Camat Kepenuhan Gustia Hendri, S.Sos, M.Si, Ibu Dr. Soffi dan Ibu Yuliarti dari LPPOM MUI yang telah mendukung dan memfasilitasi sehingga kegiatan sosialisasi dan edukasi halal bagi kaum Ibu ini berjalan dengan baik.

“Program ke depan hendaknya ditingkatkan sosialisasi dan edukasi dan dapat menjadi bahan referensi dan acuan pentingnya edukasi untuk kaum perempuan, generasi muda serta seluruh lapisan masyarakat. Wallahu a’lam bisshawab,” pungkasnya.

Lap : Vie/rls

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *