oleh

Proyek PU Deliserdang Pelebaran Jalan Ratusan Juta di Pasar 5 Tembung Amburadul dan Bahayakan Penguna Jalan

Percut Seituan, Detaksatu : Proyek ratusan juta tanpa tender pelebaran jalan yang dikerjakan Dinas PU Deli Serdang amburadul. Pasalnya sodetan dan korekan ke badan jalan asal-asalan dan bahayakan penguna jalan. Perkejaan persis di Jalan Beringin Pasar 5 Desa Tembung, Percut Sei Tua, Deliserdang.

Pekerja yang mengaku dari Dinas Pu Deliserdang dilakukan pada malam ini Kamis 17/11/2022 tanpa ada tanda-tanda  hingga masyarakat melintas sangat terganggu dan membahayakan. Dan selanjutnya dibiarkan lobang menganggap, bahkan warga melintas ke gang juga tidak biasa akibat  galian.

Said Tokoh Masyarakat Pasar 5, Desa Tembung, Kecamatan Percut Seituan, Kabupaten Deliserdang menyesalkan pekerjaan itu asal jadi. Terkesan pekerjaan tanpa perencanaan yang matang.

“Kita minta bupati menegur  kadis pu sebagai kuasa anggaran. Karena dinilai pekerjaan asal-asalan. Ini gunakan uang rakyat jangan seenaknya lakukan pekerjaan, “tegas Said Siregar, pada wartawan di lokasi pekerjaan.
Masih kata Said, proyek pengerjaan galian drainase di daerah tersebut sangat mengganggu aktivitas masyarakat sekitar dan pengendara yang melintas.
:Keresahan masyarakat dan pengendara diduga akibat pengerjaan yang tidak menggunakan pase saat melakukan pengorekan proyek drainase, “terangnya.

Sementara itu Kepling Toyib mengaku tidak tau siapa pelaksanaan pekerjaan. Diakui memang pekerjaan dari Dinas PU Deliserdang. Selain itu kata Toyib pekerjaan tanpa perencanaan yang matang hingga meresahkan , terangnya.
Sedangkan Kades Tembung Misnan saat diberikan informasi hingga ini tak respon. Begitu juga  saat d share foto pekerjaan via WA +62 813-9769-0XXX belum dijawab.

Dari amatan wartawan di lokasi pengerjaan galian drainase di Psr 5, Desa Tembung, Percut seituan, tampak terlihat para pekerja melakukan aktivitas pengerjaan yang disinyalir tidak sesuai perencanaan.

“Kami meminta kepada Bapak Bupati Deliserdang dan pihak dinas terkait serta pemerintah kecamatan dan desa agar memberikan tindakan berupa teguran terhadap pihak pekerja yang sudah membuat masyarakat resah,” ujar beberapa warga.

Lap : Vie/rls

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru