INHU, DETAKSATU.COM – Truk ODOL selama ini menjadi penyebab utama hancur dan rusaknya ruas jalan lintas tengah mulai dari Kec Peranap, Kelayang, Sei Lalak, Pasir Penyu, Lirik, Rengat dan Kuala Cenaku.
Merespon dari kutipan Media Sosial serta banyaknya aduan masyarakat yang mengeluhkan truk bertonase besar yang sudah meresahkan masyarakat Apindo dan Forum Penyelamat Aset Negara (FPAN) akan gelar pertemuan berdiskusi guna berkolaborasi. Senin (24/10/2022) mendatang tempat pertemuan sesuai kesepakatan dikantor Apindo Inhu, di Pematang Reba Kec Rengat Barat Kab Inhu- Riau, kata Ketua Apindo Inhu, Mastor. Jumat (21/10) kepada Detaksatu.com melalui Hp dari Palembang.
Lanjut Mastor, masyarakat inhu yang berada disepanjang jalan lintas tengah mulai dari Peranap sampai kuala cenaku merasakan dampak sosialnya kepada mereka.
Seperti Informasi yang dirangkum dilapangan dampak yang harus dirasakan masyarakat setiap hari bisingnya hilirmudik wirawiri truk odol melintas dijalan yang tersisa debu kalau hari kemarau tapi kalau hari musim hujan lumpur yang terjadi truk banyak yang terperosok berhari hari baru dapat dievakuasi dari kemacetan panjang.
Dirut PT KS Group itu katakan dulu kalau mau keperanap cukup memakan waktu 1.5 jam dari rengat. Sekarang kalau ada truk odol terperosok bisa memakan waktu 5 jam itupun kalau cepat ada pertolongan evakuasi dari pemilik truk.
Agar persoalan tersebut tidak terlalu lama terbiarkan sebagai masyarakat wajib berkontribusi dengan pemerintah daerah untuk mencari jalan keluarnya.
Makan sekaranglah waktu yang tepat melalui Apindo dan FPAN akan menyuarakan bagaimana kondisi jalan lintas tengah mulai dari peranap – kuala cenaku bisa kembali pulih dari kehancuran seperti sebelum sedia kala.
Silahkan nanti dalam pertemuan berdiskusilah sesuai dengan tupoksinya agar ada ditemukan kesepakatan dalam kesimpulan rapat nanti. Tutup Mastor alias Asun. (LAPORAN FAUZI)







Komentar