oleh

Sikap Diskusi FPAN Bersama Masyarakat Inhu, Sepakat Akan Stop Truk ODOL, Ini Alasannya

INHU, DETAKSATU.COM – Truk ODOL selama ini menjadi penyebab utama hancur dan rusaknya ruas jalan lintas tengah mulai dari Kec Peranap, Kelayang, Sei Lalak, Pasir Penyu, Lirik, Rengat dan Kuala Cenaku.

Merespon dari banyaknya aduan masyarakat yang mengeluhkan truk bertonase besar yang sudah meresahkan masyarakat itu

Forum Penyelamat Aset Negara (FPAN) gelar pertemuan berdiskusi, Rabu (20/10) malam di Simpang Empat Desa Batu Gajah posko FPAN Air Molek.

Tampak hadir dalam pertemuan yang bertajub Diskusi dan Silaturrahmi tersebut, Mantan Anggota DPRD Inhu, Hatta Munir, Arifudin Akhalik, H Jumian Tokoh Masyarakat Desa Jatirejo, Sekjen Asosiasi Perintahan Desa Seluruh Indonesia (Apdesi) Kab Inhu, Jumadi yg juga Kades Lambang Sari I, II, III Lirik, Penasehat Partai Gerinda Inhu. Abd Kodir Jailani SAg, Ketua DPK MPI Inhu, Fauzi SH beserta Anggota, Tokoh Masyarakat Kel Kembang Harum, Askariadi dan anggota. Ketua Pemuda Kel Tanah Merah, Hendra beserta anggota. Ketua Pemuda Kec Kelayang, Utet Lioner dan anggota, Ketua Pemuda Pancasila Pasir Penyu dan Anggota serta puluhan simpatisan pejuang penyelamat aset negara.

Diskusi diawali usulan dari Tokoh Masyarakat Jatirejo, H Jumian, pertama solusinya Truk Odol harus bertangung jawab terhadap kerusakan jalan provinsi tersebut.

Kedua, diminta kepada Pemerintah Prov Riau dan Kab Inhu dan DPRD Inhu harus gelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) undang Biqboss Pengusaha Truk Odol.

Dilanjutkan Usulan Sekjen Apdesi Inhu, Jumadi. yang Ada dua hal yang terdampak dari truk ODOL, yaitu infrastruktur jalan cepat mengalami kerusakan kecelakaan otomatis rawan kecelakaan lalu lintas.

Kondisi di sepanjang badan Jalan Lintas Tengah mulai dari Peranap sampai ke Jalan Elak Air Molek, Rengat dan Kuala Cenaku – Riau tak kunjung bisa baik.

Sudah berbagai macam cara yang dilakukan Masyarakat Inhu yang bermukim disepanjang jalan lintas tengah mulai dari Peranap sampai ke Air Molek sudah berulang kali sejumlah pihak yang mencoba memperbaiki kerusakan badan jalan hingga bahu jalan tersebut dengan cara swadaya baik bantuannya datang dari Pengusaha maupun masyarakat yang peduli terhadap kondisi jalan tersebut berupaya menimbun yang menggunakan bahan material jalan seadanya.

Lanjut Kades Lambang Sari I, II dan III Lirik itu, setelah diperbaiki hingga rentan waktu satu jam karena dilalui ratusan truk odol kedepan kemudian datang hari hujan kondisi jalan berubah seperti sediakala hanya sebentar saja bagusnya.

MPI Inhu berpendapat jika tidak ada kemauan yang sungguh – sungguh dari pemerintah untuk mempercepat mencari solusi jalan keluarnya agar jalan tersebut bisa dilalui masyarakat.

Pemandangan miris, truck ODOL pengangkut batubara bergantian dengan truk tengki CPO dan truk Balak terguling dan terkubur baik dijalan lintas tengah maupun di Jalan Elak.

Pemandangan seperti ini sudah menjadi tontonan gratis bagi pengendara yang melintas dijalan tersebut, sudah sering terjadi, kalau bukan truck pengangkut batubara yang terbenam, truck tangki pengangkut CPO terguling. Bahkan sampai berhari-hari truck tersebut baru dievakuasi.

Mantan Dewan Inhu, Arifudin Akhalik juga mewanti wanti Pemprov Riau, DPRD Riau, Pemkab Inhu dan DPRD Inhu segera merespon keluhan masyarakat Inhu.

Penasehat Partai Perindo Inhu itu juga akan melakukan Somasi setelah dilakukan berbagaivmacam cara pihak terkait masih tetap melakukan pembiaran dijalan lintas tengah itu, sebagai Tokoh masyarakat mengancam siap akan menurunkan Anggota nya sebanyak 300 orang untuk menghadang truk odol agar tidak bisa melintas dijalan Peranap – Kuala Cenaku (Jalan Prov Lintas Tengah).

Semua resiko apabila nanti terjadi Anarkis yang dilakukan Anggotanya dirinya siap akan mempertanggung jawabkannya, ungkapan tersebut dihadiahi oleh peserta diskusi dengan ucapan Allah Huakbar, Hidup FPAN.

Selanjutnya Tokoh Masyarakat Inhu yang juga Penasehat FPAN, Bung Hatta Munir mengatakan FPAN bersama masyarakat sudah Satu Bulan Satu Tahun lebih bekerja menjaga Jalan Jalur 2 kota Air Molek poskonya Simp Empat Batu Gajah dan Simp Empat Japura.

Selama ini bukan tidak ada respon dari Pihak Terkait seperti Upt PUPR, Pemkab Inhu, Dishub Riau dan Dishub Inhu juga sudah beberapa kali giat operasi Razia Truk Odol dan Satlantas Polsek Pasir Penyu juga sudah beberapa kali menilang truk odol yang berani menerobos Jalan Jalur Dua Air Molek.

Pertanyaannya semua operasi penertiban yang dilakukan hanya sebatas serimonial belaka, untuk malam ini kita semua sepakat minta kepada Gubernur Riau H Syamsuar menerbitkan Perda tentang larangan kepada Truk odol agar tidak dibenarkan melalui jalan provinsi yang jalan lintas tengah di Inhu.

Silahkan kalau mau berusaha diinhu tapi tolong pengusaha Batu bara, truk Balak dan Truk Tengki CPO serta truk berat lainnya silahkan lewan jalan Lintas Selatan kami sudah lelah tak sanggup piket berjaga siang malam awasi truk agar tidak terobos jalan jalur dua Air Molek.

Diakhir Pertemuan intinya hasil diskusi Alhamdulillah pertemuan Diskusi Pejuang FPAN Se Kabupaten Indragiri Hulu Menghasilkan 2 Opsi.

Pertama. Tetap berkomitmen mengalihkan mobil mobil ODOL ke Jalan Elak.

Kedua. Mengerahkan massa untuk menghentikan mobil mobil ODOL Beroperasi Melintasi mulai dari Jalan Kec Peranap, Kec Lirik sampai Kec Kuala Cinaku.

Selama kegiatan Diskusi berlangsung yang dihadiri 60 orang dari awal hingga berakhir stuasi dalam keadaan aman kondusif. (LAPORAN FAUZI)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *