Pekanbaru, detaksatu : Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI melaksanakan audiensi sekaligus penyuluhan pencegahan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) bersama jajaran PLTU Tenayan Raya di PLTU Tenayan Raya, Jalan Ringroad 70, RT 004/RW 002, Kelurahan Industri Tenayan Raya, Kota Pekanbaru, Senin (21/9/2026).
Kegiatan tersebut dipimpin Katim Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI Marsma TNI Setiawan W, didampingi Kolonel Inf Oni Kristiono, Kolonel Arh Yudha Kusumah, Kolonel Inf Eko Wardono, Kolonel Sus Adam, Letkol Arh Zainal Arifin, Mayor Mar Jonathan, Mayor Mar Denis dan Mayor Arh Adhy.
Kedatangan Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI disambut langsung Manajer Unit Pembangkit PLTU Tenayan Raya Khoirul Huda, didampingi TL MMRK PLTU Tenayan Aryanto S, TL Umum dan CSR PLTU Tenayan Rizki Prima Haksasi serta Koordinator PT PLN Nusantara Power Services M. Bangkit R. Turut hadir Danramil 07/Tenayan Raya Mayor Inf M. Fadhil dan Babinsa Kelurahan Industri Tenayan Raya Sertu Said Hermanto.
Dalam sambutannya, Manajer Unit Pembangkit PLTU Tenayan Raya Khoirul Huda menyampaikan apresiasi atas kunjungan Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI. Menurutnya, kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi sekaligus meningkatkan komunikasi dan koordinasi antara pihak PLTU dengan TNI.
Ia menjelaskan, PLTU Tenayan Raya merupakan salah satu unit pembangkit di bawah PLN Nusantara Power yang memiliki peran penting dalam mendukung sistem kelistrikan, khususnya dalam memenuhi kebutuhan listrik masyarakat di wilayah Sumatera.
“Dalam menjalankan operasional, kami selalu mengedepankan koordinasi dengan berbagai pihak, baik pemerintah maupun aparat keamanan, sehingga kegiatan operasional PLTU dapat berjalan dengan aman, lancar dan sesuai dengan ketentuan,” ujarnya.
Khoirul Huda juga menyampaikan bahwa PLTU Tenayan Raya menggunakan batu bara sebagai bahan bakar dalam proses pembangkitan listrik. Oleh karena itu, kelancaran operasional pembangkit menjadi bagian penting dalam menjaga ketersediaan dan keandalan pasokan listrik bagi masyarakat.
Ia berharap melalui audiensi dan penyuluhan tersebut, komunikasi antara PLTU Tenayan Raya dan TNI dapat semakin baik sehingga berbagai persoalan yang mungkin muncul di lapangan dapat dikoordinasikan dan diselesaikan secara bersama-sama.
Sementara itu, Marsma TNI Setiawan W menyampaikan terima kasih kepada pihak PLTU Tenayan Raya yang telah menerima dan menyambut kedatangan Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI.
Ia menegaskan bahwa kegiatan penyuluhan Karhutla tidak semata-mata membahas upaya pemadaman api, tetapi lebih diarahkan untuk membangun pola pikir dan cara bertindak bersama dalam mencegah terjadinya Karhutla.
“Karhutla bukan hanya persoalan api. Dampaknya sangat luas, mulai dari kerusakan lingkungan, kesehatan masyarakat, pendidikan hingga perekonomian,” jelasnya.
Menurutnya, diperlukan perubahan paradigma dalam penanganan Karhutla, dari yang selama ini lebih banyak berorientasi pada penanganan setelah kebakaran terjadi, menjadi upaya pencegahan agar ekosistem tidak sampai terbakar.
Marsma TNI Setiawan W menekankan bahwa Karhutla merupakan persoalan ekologis yang berkaitan dengan tata air, penggunaan lahan, aktivitas manusia dan kondisi alam. Karena itu, penanganannya tidak boleh hanya berorientasi pada kejadian, tetapi harus dimulai dari pencegahan dan pemetaan risiko.
“Yang harus kita lindungi adalah ekosistem secara keseluruhan, bukan hanya titik api. Karhutla juga memberikan dampak langsung terhadap ekonomi, kesehatan dan kehidupan masyarakat,” tegasnya.
Ia juga menekankan pentingnya verifikasi terhadap setiap lokasi kejadian dalam penanganan hukum agar proses yang dilakukan sesuai dengan kondisi dan ketentuan yang berlaku.
Selain itu, diperlukan kebijakan serta koordinasi lintas sektor yang lebih kuat dalam membangun sistem pencegahan Karhutla berbasis risiko dengan melibatkan kementerian/lembaga dan pemerintah daerah.
“Kita tidak cukup hanya sibuk memadamkan api. Yang lebih penting adalah bagaimana kita mencegah lahan dan ekosistem sampai terbakar,” ujarnya.
Melalui kegiatan tersebut, Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI mengajak seluruh pihak, termasuk pengelola objek vital dan masyarakat, untuk memperkuat kerja sama dan koordinasi dalam upaya pencegahan Karhutla sejak dini.
Kegiatan audiensi kemudian dilanjutkan dengan pemberian cenderamata dari Manajer PLTU Tenayan Raya Khoirul Huda kepada Katim Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI Marsma TNI Setiawan W sebagai bentuk apresiasi dan simbol terjalinnya silaturahmi serta sinergi antara kedua pihak.







Komentar