Inhil, detaksatu : Pagi itu, seorang ibu di tepian Sungai Indragiri menghela napas lega. Bekal yang biasanya dipikirkan sejak subuh kini digantikan aroma hangat dari sekolah anaknya. Di sana, Program Makan Bergizi Gratis MBG telah berjalan, menaruh sendok harapan di piring-piring kecil para siswa dan santri.
Program MBG kini menyapa berbagai sekolah dan pondok pesantren di Kabupaten Indragiri Hilir. Ia datang bukan hanya membawa nasi dan lauk, tetapi juga ketenangan. Bagi orang tua, kehadirannya berarti satu beban berkurang. Bagi anak-anak, berarti tenaga baru untuk bermimpi.
Para wali murid merasakan sendiri denyut manfaatnya. Anak-anak yang dulu sering menahan lapar hingga pulang, kini duduk dengan mata berbinar saat jam istirahat tiba. Asupan gizi terjamin, wajah lebih cerah, dan tawa di ruang kelas jadi lebih riang.
“Alhamdulillah, kami sebagai orang tua sangat terbantu dengan adanya program ini. Anak-anak mendapatkan makanan yang bergizi di sekolah dan kami juga merasa lebih ringan dalam memenuhi kebutuhan harian mereka,” ucap seorang wali murid, suaranya bergetar menahan haru.
Dulu, awal program sempat diuji. Menu belum sempurna, distribusi kadang terlambat. Tapi waktu berjalan, evaluasi demi evaluasi ditempuh. Kini piring-piring itu kembali dengan variasi warna, rasa, dan kebersihan yang lebih baik. Komitmen memperbaiki perlahan menjelma nyata di meja makan anak-anak.
Seorang ibu lain menatap anaknya yang lahap menyuap ikan dan sayur. “Dulu mikir jajan sekolah saja pusing. Sekarang anak saya bilang, ‘Bu, di sekolah makanannya enak’. Bagi kami, itu hadiah yang paling mahal,” tuturnya sambil tersenyum.
MBG lebih dari sekadar mengenyangkan perut. Guru-guru di Inhil mulai melihat perubahan. Anak-anak lebih fokus saat pelajaran, lebih semangat mengangkat tangan, lebih kuat mengikuti upacara hingga sore. Gizi yang cukup ternyata menulis ulang semangat belajar mereka.
Harapan pun tumbuh bersama suapan terakhir. Masyarakat Inhil menitipkan doa agar MBG terus berlanjut dan menjangkau lebih banyak sekolah serta pesantren. Karena mereka percaya, anak yang hari ini kenyang bergizi, adalah anak yang esok hari sanggup memikul masa depan bangsa.
“Semoga program ini terus berlanjut demi masa depan anak-anak Indonesia yang lebih sehat dan berkualitas,” harap seorang wali murid.
Di ujung kalimatnya, ada keyakinan lembut. Bahwa dari sepiring MBG di Inhil, lahir generasi yang sehat, cerdas, dan tak lagi berjalan dengan perut kosong mengejar cita-citanya.
Lap : Vie








Komentar