oleh

Ir. Ahmad Hafiz: Kurban Rutin PDAM TI Wujud Syukur dan Solidaritas Sosial

Tembilahan, detaksatu : Di bawah langit Tembilahan yang pagi itu berbalut zikir, gema takbir menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi. Halaman Kantor Perusahaan Umum Daerah Tirta Indragiri Jalan M Boya menjadi saksi bisu, bagaimana cinta dan pengorbanan mengalir tanpa suara.

Perumda TI atau yang akrab di hati masyarakat sebagai PDAM TI kembali menunaikan ibadah kurban. Bukan sekadar agenda tahunan, tetapi panggilan jiwa untuk meneladani ketakwaan Nabi Ibrahim AS. Di sinilah, pengorbanan menemukan makna: memberi adalah cara paling tulus untuk mendekat kepada Sang Maha Pemberi.

Tahun ini, dua ekor sapi kurban berdiri tenang sebelum disembelih. Tidak ada paksaan, tidak ada sorotan. Semua berasal dari iuran tulus para pegawai. Dari petugas lapangan yang berpanas, staf kantor, hingga jajaran direksi. Mereka menyisihkan sebagian rezekinya, karena yakin rezeki yang barokah adalah rezeki yang dibagi.

Direktur Utama PDAM TI Ir. Ahmad Hafiz menatap prosesi itu dengan mata berbinar haru. Baginya, kurban adalah nafas syukur yang dihidupkan keluarga besar PDAM setiap tahun. Syukur atas air yang mengalir ke rumah-rumah, dibalas dengan mengalirkan kasih kepada sesama.

“Alhamdulillah pada pagi hari ini teman-teman menyembelih kurang lebih 2 ekor sapi yang merupakan partisipasi dari para pegawai PDAM Tirta Indragiri,” ucapnya lirih. Kalimat itu keluar di sela isak haru, mengiringi bilah pisau yang menunaikan perintah-Nya.

Ia menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh pegawai. Semangat kebersamaan dan gotong royong yang terpancar, menurutnya, adalah cerminan iman yang hidup. Solidaritas yang tidak dibuat-buat, melainkan tumbuh dari hati yang sama-sama ingin berbagi.

“Terima kasih kepada teman-teman pegawai yang telah menyumbangkan sapi kurban untuk dibagikan kepada masyarakat dan warga yang membutuhkan,” katanya. Setiap kata menjadi doa, mengiringi kantong daging kurban yang siap diantar ke rumah-rumah.

Pembagian daging tahun ini melibatkan seluruh pegawai. Direksi turun tangan, staf ikut mengemas, semua ingin merasakan sendiri hangatnya senyum penerima. Agar amanah ini sampai tepat sasaran, menyentuh hati dan meja makan saudara-saudara kita yang menunggu uluran kasih.
Ahmad Hafiz menegaskan, momentum Idul Adha bukan sekadar seremoni tahunan.

Lebih dari itu, ia adalah ruang suci untuk membersihkan jiwa dari ego, menumbuhkan empati, dan merajut kembali benang persaudaraan yang mungkin sempat renggang oleh kesibukan dunia.

“Idul Adha mengingatkan kita, bahwa kemanusiaan adalah ibadah. Ketika kita mengulurkan tangan, sesungguhnya kita sedang mendekat kepada-Nya. Kurban bukan tentang sapi yang disembelih, tapi tentang ego yang kita sembelih,” ujarnya dengan suara bergetar.

Ia berharap, dari Halaman Kantor Jalan M Boya ini mengalir berkah yang panjang. Semoga kegiatan ini mempererat hubungan PDAM TI dengan masyarakat Inhil.

Semoga solidaritas sosial terus tumbuh, baik di lingkungan internal perusahaan maupun di tengah masyarakat. Hingga setiap tetes air yang mengalir dari keran warga, diiringi doa untuk mereka yang telah ikhlas berbagi, dan Allah menerima kurban kita semua, rls

Lap : Vie

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *