oleh

Kasdam XIX/Tuanku Tambusai Apresiasi Pembangunan Jembatan Armco dan Beton di Pekanbaru

Pekanbaru, detaksatu : Kepala Staf Kodam (Kasdam) XIX/Tuanku Tambusai, Brigjen TNI Rudi Hermawan, SE, MM, didampingi Aster Kasdam Kolonel Kav Hermawan Weharema, SH, MHan., meninjau pembangunan Jembatan Garuda Armco dan jembatan beton yang berada di Jalan Payung Sekaki dan Jalan Fajar, Kelurahan Labuh Baru Barat, Kecamatan Payung Sekaki, Kota Pekanbaru, Jumat (29/05/2026).

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Dandim 0301/Pekanbaru Kolonel Inf Ikhsanudin, SSos, MM, Pasiter Kodim 0301/Pekanbaru Mayor Inf M. Fadhil, Danramil 03/Senapelan Kapten Arh Madia, Kaur Komsos Kapten Arh Boby Andreas, Plt Camat Payung Sekaki Bapak Abdullah, Lurah Labuh Baru Barat Ardiles, serta Ketua RT 04 RW 01 Sitompul.

Dalam peninjauan tersebut, Brigjen TNI Rudi Hermawan menyampaikan apresiasi kepada Kodim 0301/Pekanbaru yang telah melaksanakan pembangunan jembatan untuk kepentingan masyarakat.

“Saya bersama Aster Kasdam meninjau langsung pembangunan jembatan ini. Tentunya saya sangat mengapresiasi Kodim 0301/Pekanbaru yang telah melaksanakan pembangunan jembatan beton dan Armco. Dari informasi yang saya terima, pembangunan jembatan ini sudah hampir 15 tahun diajukan masyarakat, namun belum pernah terealisasi, kemungkinan karena terkendala vinansial,” ujarnya.

Ia menjelaskan, melalui program TNI AD saat ini terdapat pembangunan tiga jenis jembatan yang diperuntukkan bagi masyarakat, yakni Jembatan Garuda Armco, jembatan beton, dan jembatan gantung.

“Di wilayah Kodim 0301/Pekanbaru dibangun tiga jembatan, yaitu dua jembatan Armco dan satu jembatan beton. Jembatan ini sangat penting karena menjadi akses penghubung antarwilayah yang sebelumnya terputus dan tidak dapat dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. Dengan adanya jembatan ini, masyarakat tidak perlu lagi memutar dengan jarak dan waktu tempuh yang lebih lama,” jelasnya.

Kasdam juga menegaskan bahwa pembangunan jembatan tersebut merupakan bentuk kolaborasi antara pemerintah dengan TNI khususnya TNI-AD dan masyarakat melalui metode karya bakti atau padat karya.

“Kegiatan pembangunan jembatan ini dilaksanakan melalui kerja sama dengan metode karya bakti yang melibatkan TNI dan masyarakat, memiliki makna membangun kebersamaan, interaksi, dan kemanunggalan TNI dengan rakyat,” tambahnya.

Lebih lanjut, Brigjen TNI Rudi Hermawan mengatakan bahwa pembangunan infrastruktur melalui program karya bakti juga memiliki nilai strategis dalam mendukung tugas pokok TNI AD.

“Melalui kegiatan ini metode TNI maupun karya bakti, muara akhirnya adalah mendukung kelancaran mobilitas, termasuk untuk kepentingan pertahanan wilayah. Apabila suatu saat pasukan harus bergerak dari satu wilayah ke wilayah lain, maka akses jalan dan jembatan yang baik akan sangat membantu percepatan pelaksanaan tugas,” pungkasnya.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *