Pekanbaru, Detaksatu.com : Bertempat di Auditorium Lantai 4 Gedung H Rawi Kunin, Universitas Islam Riau (UIR) resmi melantik Dr Admiral, SH, MH, sebagai Rektor ke-6 periode 2025–2029. Momentum ini sekaligus menjadi penutup kepemimpinan gemilang Prof Dr rer pol H.Syafrinaldi, SH, MCL yang telah menjabat selama dua periode dan mencatatkan banyak pencapaian strategis.
Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XVII Riau dan Kepulauan Riau, Dr H Nopriadi, SKM, MKes, dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi terhadap Prof Dr rer Pol H Syafrinaldi, SH, MCL yang dinilainya sebagai rektor terbaik dalam hal komunikasi, koordinasi di wilayah Riau dan Kepri.
Rektor UIR Prof Syafrinaldi secara aktif menjalin berkomunikasi, berkoordinasi, dan bersinergi dengan LLDIKTI (Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi) Wilayah XVII Riau dan Kepri sebagai bagian dari upaya untuk meningkatkan mutu dan daya saing perguruan tinggi swasta di Indonesia.
“Hampir setiap pagi saya menerima pesan singkat dari Prof Syafrinaldi. Komunikasi beliau bukan sekadar formalitas, tetapi cerminan karakter kepemimpinan yang penuh integritas, empati, dan keterbukaan,” ujar Kepala LLDIKTI Wilayah XVII.
Ia melanjutkan, “Yang sering beliau sampaikan bukan hanya kabar biasa, tapi update lengkap tentang perkembangan UIR, status akreditasi program studi dan institusi, capaian kinerja kampus, kerja sama strategis dengan berbagai mitra, prestasi dosen dan mahasiswa, hingga peningkatan kapasitas dosen dan tenaga kependidikan, termasuk pelatihan, sertifikasi, studi lanjut, dan kenaikan jabatan akademik.”
“Yang paling menyentuh,” tambah Nopriadi, “adalah kebiasaan beliau mengirimkan doa, harapan kelancaran, dan keselamatan bagi kami dalam menjalankan tugas. Itu menunjukkan bahwa kepemimpinan beliau bukan hanya profesional, tapi penuh integritas, empati, bersahabat dan keterbukaan”
Menurutnya, keberhasilan UIR di bawah kepemimpinan Prof Syafrinaldi tidak terlepas dari pendekatan kepemimpinan yang kolaboratif dan strategis.
Di antara capaian monumental selama masa kepemimpinan beliau adalah:

1. UIR meraih medali emas dan penghargaan internasional di Malaysia,
2. Menjadi anggota University Mobility in Asia and Pacific (UMAP),
3. Masuk dalam daftar 20 World Class University di Indonesia,
4. Meraih posisi terhormat dalam QS Stars dan QS Asia Ranking,
5. Menerima penghargaan MBKM terbaik dari Kemendikbudristek,
6. Menjadi kampus dengan pengelolaan website dan media sosial terbaik di lingkungan LLDIKTI XVII,
7. Hingga yang paling prestisius: Akreditasi “Unggul” dari BAN-PT pada 8 Oktober 2024.
Selain itu, Dr Nopriadi juga menyampaikan terima kasih kepada Anggota Komisi X DPR RI, Srikandi Riau Dr Hj Karmila Sari, atas dukungan luar biasa terhadap perjuangan LLDIKTI XVII Riau dan Kepri, khususnya dalam pengajuan pembangunan gedung baru LLDIKTI Wilayah XVII Riau dan kepri di Pekanbaru. Rencana pembangunan tersebut telah disetujui, tidak terlepas dari sinergi dengan Komisi X DPR RI, kami juga mengucapkan terimakasih kepada Pemerintah Provinsi Riau yang telah memfasilitasi dan menghibahkan tanah seluas 2 Ha untuk pembangunan gedung baru LLDIKTI Wilayah XVII Riau dan Kepri, serta peran Prof Sugeng Wiyono dari UIR yang telah membantu penyusunan RAB pembangunan bersama tim LLDIKTI Wilayah XVII.
Dr Nopriadi juga menyinggung pertemuan sebelumnya di Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) saat Milad ke-17, di mana Karmilasari menanyakan langsung kuota KIP Kuliah (KIPK) kepada Mendiktisaintek.
Menurut Nopriadi, permohonan peningkatan kuota dari 2.300 menjadi 6.000 KIP-K untuk LLDIKTI XVII Riau dan Kepri telah mendapat respon positif dan persetujuan dari Menteri Prof Brian Yuliarto.
Dalam kesempatan tersebut, Kepala LLDIKTI Wilayah XVII Riau dan Kepri juga menyampaikan ucapan selamat kepada Rektor baru, Dr Admiral, SH, MH, dan menitipkan harapan besar untuk melanjutkan jejak prestasi UIR.
“Menjadi rektor bukan hanya soal administrasi, tapi juga tanggung jawab intelektual dan moral. Kami berharap Bapak mampu menjaga marwah UIR sebagai perguruan tinggi Islam unggulan, serta membangun sinergi dengan seluruh elemen kampus, yayasan, mitra, dan pemerintah,” kata Nopriadi.
Sebagai arahan kebijakan ke depan, Kepala LLDIKTI Wilayah XVII Riau dan Kepri menggarisbawahi sepuluh fokus pengembangan UIR, antara lain: kepemimpinan yang amanah, visi strategis, pengembangan akademik dan kurikulum yang relevan, penguatan penelitian dan inovasi, pengabdian pada masyarakat, kolaborasi dan sinergi internal eksternal, peningkatan daya saing lulusan, menunjang nilai-nilai luhur universitas, inovasi dan adaptasi terhadap perubahan, serta transformasi digital dan komitmen terhadap pembangunan berkelanjutan.
Dengan pelantikan ini, Universitas Islam Riau diharapkan mampu terus melaju sebagai institusi pendidikan tinggi Islam yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing global, selaras dengan semangat kepemimpinan yang diwariskan Prof Syafrinaldi dan estafet yang kini diemban Dr Admiral.
Lap : Vie











Komentar