Kempas – Suasana syukur dan kebersamaan tampak jelas di areal persawahan Desa Pekan Tua, Kecamatan Kempas, Kamis (09/04). Kelompok Tani Setia Budi menggelar panen padi perdana di musim ini, disambut hangat oleh Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Indragiri Hilir, Umar Hamdi, S.Pt, bersama jajarannya. Bukan sekadar panen biasa, kegiatan ini menjelma menjadi simbol perlawanan petani terhadap tantangan produksi yang selama ini membayangi.
Yang membuat hari itu istimewa adalah angka. Hasil panen kali ini mencatat peningkatan signifikan dibanding musim sebelumnya. Meski narasi awal tidak menyebut persentase, antusiasme para petani yang melonjak menjadi bukti nyata. “Ini buah dari perubahan cara bertani,” ujar salah satu anggota kelompok sambil mengacungkan bulir padi yang gemuk dan berisi.
strategi terukur yang mulai diterapkan. Penggunaan benih unggul varietas tahan hama dan adaptif terhadap lahan gambut menjadi kunci utama. Tak hanya itu, penerapan teknologi budidaya seperti jajar legowo dan pengaturan irigasi berskala kecil turut mendorong produktivitas. Ini adalah peralihan dari pertanian tradisional ke semi-modern yang digalakkan Dinas Pertanian.
Surohman, S.ST selaku Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura, menegaskan bahwa peningkatan hasil tidak lepas dari peran penyuluh pertanian yang terus berada di lapangan. Mereka tak hanya memberi teori, tetapi turun langsung mendampingi dari olah tanah hingga masa tanam. “Setiap minggu kami diskusi dengan petani, memecahkan masalah di sawah,” ungkap salah satu penyuluh. Pendampingan intensif ini menciptakan rasa percaya diri bagi petani untuk bereksperimen dengan metode baru.
Kepala Dinas Pertanian, Umar Hamdi, menyampaikan apresiasi mendalam kepada Kelompok Tani Setia Budi. Menurutnya, semangat mereka yang tak pernah padam meski cuaca kadang tak bersahabat adalah modal sosial paling berharga. “Ini bukti bahwa dengan kerja keras dan bimbingan teknis yang tepat, lahan yang kita miliki bisa memberi hasil berlimpah,” ujarnya di sela-sela memotret hamparan sawah yang menguning.
Peningkatan hasil di Desa Pekan Tua bukan sekadar catatan lokal. Lebih dari itu, ini menjadi indikator bahwa program swasembada pangan di Kabupaten Indragiri Hilir mulai menunjukkan hasil positif. Pemerintah daerah mencatat bahwa pola kolaborasi antara dinas, penyuluh, dan petani seperti inilah yang perlu direplikasi ke kecamatan lain. Jika konsisten, target berhenti mengimpor beras dari luar daerah bukan lagi mimpi.
Namun, peningkatan sesaat belum cukup. Umar Hamdi menekankan perlunya menjaga momentum dengan memperkuat sinergi yang sudah terbangun. Ke depan, petani diharapkan tidak hanya panen lebih banyak, tetapi juga menikmati harga jual yang layak dan akses pasar yang lebih baik. “Kesejahteraan petani adalah tujuan akhir. Produksi naik tanpa pendapatan naik tidak ada artinya,” tegasnya.
Panen di Pekan Tua pun ditutup dengan makan bersama dan doa syukur. Dari sudut sawah itu, terlihat jelas bahwa pertanian bukanlah sekadar urusan bibit dan pupuk, melainkan tentang manusia, kerja sama, dan harapan. Kelompok Tani Setia Budi telah memberi teladan bahwa perubahan dimulai dari kemauan untuk belajar dan berbagi. Dan kini, mata petani lain di Indragiri Hilir pun tertuju, siap meniru langkah sukses ini.







Komentar