INHU, DETAKSATU.COM – Saat ini, masyarakat memiliki peran utama dalam menangkal hoax. Kenapa? Karena masyarakat merupakan tujuan akhir hoax di produksi.
Apabila masyarakat memiliki pengetahuan dan daya kritis, hoax yang beredar tidak akan mampu menimbulkan berbagai polemik.
Fenomena hoax terjadi di era teknologi saat ini, dimana masyarakat memiliki kemudahan dalam mengakses berbagai macam jenis informasi di berbagai media.
Perkembangan teknologi semakin canggih setiap tahunnya yang menyebabkan banyak hal positif maupun negatif sebagai efek perkembangan itu sendiri.
Berbagai macam jenis informasi yang di akses justru menjadikan masyarakat mudah tertipu dengan kabar-kabar angin alias hoax yang keberadaannya sekarang cukup sulit untuk dibedakan, mana yang asli, mana yang palsu.
Masyarakat harus mampu melihat fakta yang ada dalam berita, apakah sudah memakai sumber yang memiliki kredibilitas dan disebutkan, serta memahami tujuan yang asli dan mendasar. Demikian hal tersebut disampaikan Tokoh Masyarakat Inhu, Arifuddin Akhalik di Gedung Balai Adat Airmolek Kecamatan Pasirpenyu Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau. Kamis (19 Desember 2024).
Dikatakannya Pasca Pilkada Indragiri hulu…diharapkan masyarakat Indragiri Hulu jangan terpancing Issu Hoaks yang sengaja diciptakan Oleh Oknum yang tidak bertanggung jawab begitu juga ASN yang ada di lingkungan Pemkab Inhu Agar tetap Fokus Bekerja melayani masyarakat.
Arifuddin Akhalik sebagai Tokoh Masyarakat dalam hal ini angkat bicara untuk memberikan pemahaman secara politik di Provinsi Riau khususnya di Kabupaten Indragiri Hulu bahwa ada berkembang issu bahwa Bupati terpilih sudah mempersiapkan kabinet pembantu nya untuk menjalankan roda pemerintahan dan issu Tiket Pesawat hal tersebut tidak benar hal itu adalah berita HOAX kedepan berharap ASN dan masyarakat jangan terpancing dengan issu tak membangun tersebut.
Aktivis Pengiat Media Sosial itu menambahkan dengan begitu masyarakat mampu membangun sikap kritis saat menerima pesan hoax dan selektif ketika menerima pesan maupun berita.
Sikap kritis harus dibangun dalam diri sehingga menjadi langkah positif agar masyarakat tidak terpengaruh maupun terprovokasi dengan segala berita yang memuat postingan yang mengandung kebencian maupun menyudutkan kelompok tertentu.
Masyarakat harus lebih teliti dalam menerima berita hoax dan menjadikan diri mereka sebagai salah satu penggerak dalam menanggulangi berita hoax.
Kita perlu menyeleksi hal apa saja yang penting dan perlu untuk dipublikasikan. Merubah kebiasaan pada diri sendiri dengan cara lebih bijak dalam menerima informasi kemudian menyebarkan kebiasaan baik tersebut kepada lingkungan kita.
Disebutkan Arifuddin. Saya tertarik dengan pernyataan Humas Polda Bangka Belitung, Bapak Maladi. Beliau mengatakan bahwa “ Satu peluru hanya mampu membunuh satu orang, tetapi satu berita hoax mampu membunuh ribuan orang”.
Itu fakta, kita dapat lihat sejarah bagaimana hoax dapat menyebabkan peperangan, genosida dan konflik yang menyebabkan perpecahan suatu bangsa.
Saat ini, media mainstream memungkinkan setiap orang untuk memproduksi berita tanpa harus melalui proses jurnalistik.
Hal inilah yang mengakibatkan orang-orang yang memiliki kepentingan tertentu, memanfaatkan peluang untuk memproduksi hoax.
Lebih Jauh lagi ulas Aktivis Pengiat Sosial Media itu terangkan bahwa berita palsu atau hoax yang saat ini menjadi fenomena, memunculkan kekhawatiran disetiap kalangan. Banyaknya efek yang terjadi akibat dari berita hoax tersebut kemudian menimbulkan keresahan di masyarakat.
Kepercayaan terhadap berita hoax kemudian menjadikan masyarakat tidak cerdik dalam menerima berita tanpa memeriksa kebenarannya terlebih dahulu.
Dampak yang ditimbulkan adanya berita hoax akan sangat luar biasa antara lain, berupa dampak sosial,ekonomi, politik, keamanan dan yang lebih besar adalah bisa mengancam keutuhan negara.
Konten berita hoax biasanya berisi hal negatif yang bersifat hasut dan fitnah.
Sebut Pemangku Adat Inhu itu, Fenomena hoax yang terjadi saat ini banyak ditemukan pada media sosial. Penggunaan media sosial yang sebagai media informasi sudah mulai meresahkan masyarakat dengan adanya informasi hoax yang tersebar secara bebas.
Salah satu cara yang tepat bagi masyarakat dalam menyaring informasi hoax di media sosial adalah dengan menjalankan literasi media.
Memahami disini adalah bagaimana masyarakat dapat memilih jenis informasi yang mereka inginkan. Banyaknya informasi yang dengan mudah didapatkan menjadikan masyarakat harus dapat memilih secara baik sesuai dengan yang dibutuhkan.
Setelah memilih masyarakat kemudian dapat mengakses informasi sesuai dengan yang mereka inginkan. Mengakses yang digunakan bisa dimaknai sebagai kemampuan khalayak dalam mencari, mendapatkan, dan mengumpulkan informasi.
Dalam literasi media setelah mengakses kita harus dapat menganalisa informasi. Analisis merupakan kemampuan yang dapat membantu seseorang dalam menjelaskan bentuk pesan, struktur, segmen, dampak pesan, dan lain sebagainya.
Diakhir diskusi Memproduksi pesan sebagai bagian dari kreativitas pesan adalah kemampuan seseorang menyusun pesan atau ide dengan kata-kata, suara, atau imej secara efektif sesuai dengan kaidah-kaidah ilmu komunikasi.
Pemikiran kritis, demokratis, dan konstruktif diharapkan selalu lahir dari pola pikir cerdas di masyarakat.(EDITOR)







Komentar