Pekanbaru, Detaksatu.com : Satu persatu terkait pengadaan pakaian seragam cleaning servis, operator komputer dan penjaga malam yang dianggarkan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Rokan Hilir (Rohil) melalui Bagian Umum Setda terkuak.
Ternyata, para cleaning servis, operator komputer dan penjaga malam yang ada di Kantor Bupati Rohil yang diurusi oleh Bagian Umum hanya menerima 2 baju (pakaian) dan 1 celana kain. Namun, untuk harga saat ini sedang dilakukan investigasi.
Terungkapnya hal ini berdasarkan pengakuan dari mantan honorer (operator komputer) yang namanya tidak bisa disebutkan kepada detaksatu.com, Ahad,(8/9/24) sore. Diakuinya bahwa ia pernah menerima, namun tidak 2 stel, hanya 2 pakaian dan 1 celana.
“Saya menerima itu kalau tak salah saya antara bulan November atau Desember tahun 2023 lalu. Untuk harga saya tidak tau. Saya hanya menerima 2 baju dan 1 celana kain. Yang diberikan masih ada sama saya,”ungkapnya sembari menunjukkan foto pakaian yang diterima.
Dijelaskannya, untuk celana kain berwarna hitam yang ia terima, waktu itu ia diminta melakukan pengukuran disalah satu tempat jahit yang ada di Bagansiapiapi. “Kalau harga celana paling tinggi 150 ribu gitu. Sedangkan 2 Baju kami terima sudah siap pakai,”bebernya.
Sementara itu, Kapala Bagian (Kabag) Umum Setda Rohil, Samsuri, SH, MSi dikonfirmasi via aplikasi perpesanan (whatshapp) Ahad,(8/9/24)
Menanyakan berapa harga 1 stell dan 1 baju serta berapa jumlah tenaga honorer, lagi-lagi Samsuri bungkam.
Sebelumnya diberitakan, ada dugaan mark up pada pengadaan pakaian seragam cleaning servis, tenaga operator dan penjaga malam di Bagian Umum pada tahun 2023 lalu. Pasalnya, dengan anggaran 480 juta dengan volume 600 stell menimbulkan kecurigaan dugaan korupsi.
Lap : BT







Komentar