Pekanbaru, Detaksatu : Ada cerita menarik dari Sekretaris Daerah Provinsi Riau SF Haryantyo. Ketika memberi sambutan mewakili Gubernur Riau pada Sidang Istimewa Senat Terbuka UIR, Sekda bernostalgia dengan masa lalunya saat kuliah di Fakultas Teknik Universitas Islam Riau.
”Saya dulu kuliah di sini naik sepeda motor Pak. Jalannya becek. Kami tuh fakultas teknik paling bandel pak, demo kerjanya pak,” kata SF Haryanto, Senin (05/09 2023). Ia pun menyebut nama Prof Sugeng sebagai dosen yang pernah mengajarinya kuliah. Dan, menunjuk Abdul Kudus Zaini teman semasa kuliah yang hadir dalam Sidang Istimewa itu.
Sidang Istimewa Senat Terbuka Universitas Islam Riau dalam rangka Milad ke-61 UIR dipimpin Rektor Prof Dr H Syafrinaldi SH MCL, dihadiri Ketua Dewan Pembina YLPI Imam Gazali, SH MH, Ketua Umum YLPI Prof Dr H Nurman SSos MSi, Anggota Senat Universitas dan tokoh-tokoh masyarakat. Termasuk Gubernur Riau Periode 2003-2008 dan 2008-2013 HM Rusli Zainal SE MP, serta Gubernur Riau Periode 2016-2018 Ir H Arsyad Juliandi Rachman MBA.
Kalau sudah demo kami pak, kenang SF Haryantyo, jauh-jauh lah semua. Kami di sini, Ushuluddin di sana. Karena jalan di areal kampus ini becek kalau masuk ke kalas, bau tanah saja ruangan itu pak. Tapi, lanjut Haryanto, hampir seluruh kabupaten di Riau ini isinya anak UIR semua. Ia pun menyebut beberapa teman satu kelasnya yang di masa Gubernur Rusli Zainal menjadi pejabat juga. ”Misalnya M. Nasir, itu teman saya satu kelas pak. Begitu pun di Kampar dan Tanjungpinang. Semua anak UIR. Ini luar biasa pak,” kata SF Haryanto.
Tapi, lanjutnya, sekarang saya sudah tidak mendengar nama-nama mereka lagi. Di jajaran eselon dua apalagi mengisi jabatan sekretaris daerah, lulusan UIR sudah makin berkurang. Sekda SF Haryanto menyebutkan, tantangan ke depan makin berat. Termasuk lulusan-lulusan UIR yang baru diwisuda. Peluang pekerjaan makin sempit apalagi untuk menjadi pegawai negeri. Mereka harus berkompetisi dengan lulusan universitas ternama lain. Termasuk dari STPDN yang begitu selesai kuliah langsung diangkat menjadi pegawai negeri sipil. Bisa-bisa nanti mayoritas ASN itu tamatan STPDN (Sekolah Tinggi Pemerintahan Dalam Negeri).
”Jadi tugas kita makin berat. Ini merupakan tanggungjawab kita bersama: Rektor, Yayasan dan Dosen. Waktu saya bertugas di Kementerian PU dan menjadi baperjakat, kadang-kadang ditanya mereka pak, ini tamatan mana. Saya sedih juga. Ini tamatan UGM, ITB, UI dan lain-lain. Mereka gak tau kalau saya tamatan UIR. Bayangin, sedih gak tuh,” celetuk SF Haryanto.
Sebagai alumni UIR, lanjut Kepala PU di era Gubernur Rusli Zainal ini, saya bangga karena saya bisa mengatur mereka. Tapi di tengah kompetisi yang ketat itu saya pun tidak menemukan ada anak-anak UIR yang sealmamater dengan saya. Jadi, mari kita tingkatkan kualitas pendidikan di Universitas Islam Riau ini. Beri mereka keterampilan agar anak-anak kita mudah masuk ke pasar kerja. Dibutuhkan dunia usaha dan pemerintah.
Lap : Vie /Berazam.com







Komentar