Pekanbaru, detaksatu : Upaya mencegah kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) terus diperkuat melalui edukasi dan keterlibatan langsung masyarakat. Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI melaksanakan sosialisasi pencegahan Karhutla kepada masyarakat Kelurahan Sialang Rampai, Kecamatan Kulim, Kota Pekanbaru, Rabu (9/9/2026).
Kegiatan yang berlangsung di Sport Center, Jalan Palembang, Kelurahan Sialang Rampai, Kecamatan Kulim kota Pekanbaru.
Tim Penyuluh Karhutla Mabes TNI dipimpin oleh Marsma TNI Setiawan W, dan didampingi Kolonel Inf Oni Kristiono, Kolonel Arh Yudha Kusumah, Kolonel Inf Eko Wardono, Kolonel Sus Adam, Letkol Arh Zainal Arifin, Mayor Mar Jonathan, Mayor Mar Denis dan Mayor Arh Adhy.
Turut hadir Danramil 02/Kota Mayor Arm Febrizal, Pasiter Kodim 0301/Pekanbaru Mayor Inf M. Fadhil, Pasipers Kodim 0301/Pekanbaru Mayor Inf Bram Erizal, Pasiops Kodim 0301/Pekanbaru Mayor Arh Nirzam, Lurah Sialang Rampai Azwar, S.H., para Babinsa se-Kecamatan Kulim, Pramuka SMK 6 Kulim, tokoh masyarakat serta warga Kelurahan Sialang Rampai.
Dalam penyuluhannya, Mayor Mar Jonathan menjelaskan bahwa Karhutla bukan hanya persoalan kebakaran semata, tetapi dapat menimbulkan dampak luas terhadap lingkungan, kesehatan, sosial hingga perekonomian masyarakat.
Menurutnya, Karhutla dapat terjadi akibat faktor alam maupun aktivitas manusia. Karena itu, pencegahan harus menjadi perhatian bersama, terutama dengan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan, mengendalikan sumber api, meningkatkan patroli di daerah rawan, memberikan edukasi serta memperkuat pengawasan dan deteksi dini.
“Mencegah lebih baik daripada memadamkan. Karena itu, masyarakat memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam pencegahan Karhutla,” ujar Mayor Mar Jonathan.
Ia menekankan pentingnya masyarakat mengenali tanda-tanda awal kebakaran, segera melaporkan apabila menemukan asap atau api, serta mengikuti arahan petugas dalam penanganan di lapangan.
Menurutnya, penanganan Karhutla tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Diperlukan sinergi antara pemerintah, BPBD, TNI, Polri, Manggala Agni, dunia usaha, masyarakat dan para relawan.
“Pesan utamanya adalah cegah, kenali, laporkan dan tanggulangi bersama secara cepat,” tegasnya.
Sementara itu, Lurah Sialang Rampai Azwar, S.H., menyambut baik pelaksanaan sosialisasi tersebut. Ia berharap kegiatan serupa dapat dilakukan secara lebih intensif dan menyentuh masyarakat secara langsung.
“Kami berharap adanya pengkaderan masyarakat terkait pencegahan Karhutla. Masyarakat yang sudah mendapatkan pembekalan nantinya dapat menjadi kader dan membantu menyampaikan edukasi kepada warga lainnya,” ungkap Azwar.
Dalam sesi dialog, masyarakat juga menyampaikan kondisi nyata yang dihadapi petani dalam mengelola sisa-sisa pertanian.
Abdulkadir Nasution, salah seorang petani, menyampaikan bahwa petani kecil terkadang masih menghadapi kendala dalam membersihkan lahan, terutama ketika harus mengelola sisa-sisa tanaman. Ia berharap tersedia solusi yang mudah dan aman sehingga kebutuhan petani tetap dapat terpenuhi tanpa meningkatkan risiko Karhutla.
Menanggapi hal tersebut, Mayor Mar Jonathan menegaskan bahwa pembakaran lahan secara luas dan tidak terkendali tetap menjadi perhatian utama karena berpotensi menyebabkan api meluas dan berkembang menjadi Karhutla.
Ia juga mengapresiasi upaya masyarakat yang membuat sekat atau galangan api sebagai bentuk pengendalian, namun tetap mendorong agar pengelolaan lahan dilakukan dengan metode yang tidak menggunakan pembakaran.
“Pengetahuan dan pengalaman yang didapat hari ini diharapkan dapat diteruskan kepada petani dan masyarakat lainnya. Pencegahan Karhutla harus menjadi gerakan bersama,” katanya.
Senada dengan itu, Letkol Arh Zainal Arifin menjelaskan bahwa sisa-sisa pertanian sebenarnya dapat dikelola menjadi sesuatu yang bermanfaat. Limbah pertanian dapat diolah menjadi kompos maupun pupuk organik sehingga tidak perlu dibakar.
“Dengan pengelolaan seperti ini, sisa pertanian tidak menjadi sumber ancaman Karhutla, tetapi justru bisa dimanfaatkan untuk menyuburkan lahan dan membantu mengurangi biaya petani,” jelasnya.
Sosialisasi tersebut tidak hanya menjadi ruang penyampaian informasi, tetapi juga menjadi wadah dialog antara aparat dan masyarakat untuk mencari solusi pencegahan Karhutla yang sesuai dengan kondisi di lapangan.
Melalui kegiatan tersebut, diharapkan kesadaran masyarakat semakin meningkat dan terbentuk kader-kader di tingkat kelurahan yang mampu menjadi penggerak pencegahan Karhutla.
Dengan kolaborasi antara TNI, pemerintah, aparat terkait dan masyarakat, upaya menjaga lingkungan dari ancaman kebakaran diharapkan dapat dilakukan sejak dini, sehingga wilayah Pekanbaru tetap aman, sehat dan nyaman bagi masyarakat.







Komentar