Bengkalis, Detaksatu.com : Ancaman abrasi pengikisan pantai oleh gelombang Selat Bengkalis yang saban hari mendera pantai Pulau Bengkalis semakin mengkhawatirkan. Saat ini sudah belasan meter bibir pantai Pulau Bengkalis amblas ke laut berubah menjadi laut, Kamis (31/7/2025).
Seperti yang terjadi di Pantai Prapatan Tunggal, Kecamatan Bengkalis yang diperkirakan sudah belasan metar menjadi lautan. Kendati ada upaya pencegahan oleh pihak kabupaten, namun belum maksimal.
Untuk itu, Sekretaris Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) Bengkalis, Asrul Sahputra mendesak Gubernur Riau Abdul Wahid dan Kepala Balai Wilayah Sungai Sumatera III yang berkantor di Jalan Cut Nyak Dhien-Pekanbaru mengambil langkah konkret untuk mencegah abrasi semakin meluas.
Pasalnya, jika pemerintah daerah dan pusat tidak bergerak cepat membangun pemecah gelombang, kedepannya sangat merugikan Indonesia, khususnya para petani yang kebunnya terancam jadi lautan. Disisi lain, abrasi membuat wilayah Pulau Bengkalis berkurang atau mengecil, dan wilayah teritorial atau zona ekonomi eksklusif (ZEE) Indonesia akan berkurang
Tentang ancaman abrasi yang semakin hari semakin bertambah sudah banyak diunggah oleh netizen sudah berseliweran di media sosial. Namun, sejauh ini belum ada respon dari Pemerintah Provinsi Riau dan BWSS Wilayah III.
“Hari ini pulau Bengkalis kembali terancam untuk tenggelam yang mana pengikisan bibir pantai akibat air pasang laut terus meningkat. Diperkirakan setiap tahun bisa sekitar 3-5 meter. Ini (abrasi) sangat merugikan masyarakat,” kata Asrul kepada media ini di Bengkalis, Kamis sore.
Lap : RD







Komentar