oleh

Curhatan Bupati M. Adil, Sayed : Kemenkeu Harus Bisa Bersikap Adil Bagi Daerah

Jakarta, Detaksatu : Tokoh masyarakat Pekanbaru, Sayed Abubakar Assegaf meminta jangan berpandangan negatif terhadap apa yang disampaikan Bupati Kepulauan Meranti M. Adil ke Kementerian Keuangan (Kemenkeu)

Karena, yang dikatakan Bupati Kep. Meranti merupakan hal kenyataan yang dirasakan oleh masyarakat Kepulauan Meranti, dan sebaiknya pihak Kemenkeu harus turun kelapangan untuk mencek apa yang di uraikan oleh Bupati Kep. Meranti,” kata Sayed.

Sayed Abubakar Assegaf yang juga Mantan Anggota DPR/MPR RI Komisi VII Dapil Riau 2014-2019 ini menambahkan sebagai seorang pemimpin daerah harus bisa memberikan kemakmuran terhadap masyarakat daerah.

“Sebagai Bupati tentunya merasakan apa kendala bagi daerah untuk pembangunan, Maka dari itu Bupati M. Adil bisa kita bilang sudah sepantasnya maju di pilgubri 2024 nanti, karena untuk daerah sangat memperhatikan,” ujar calon Bupati Siak 2020.

Oleh sebab itu, sebaiknya Kemnkeu harus bisa mengambil sikap positif terhadap yang disampaikan Bupati M. Adil di waktu dalam Rakornas Pengelolaan Pendapatan dan Belanja Daerah se-Indonesia di Menara Dang Merdu Bank Riau Kepri Syariah Pekanbaru, Kamis (8/12/2022).

“Sebagai Kementerian yang mengelola keuangan Negara, harus bisa memberikan terbaik untuk pembangunan daerah dari Dana Bagi Hasil (DBH) Migas dan anggaran Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK),” pungkas Sayed.

Sebelumnya dikutip dari sumber Inews.id, Kamis (08/12/2022) yang lalu, Bupati Kepulauan Meranti, Muhammad Adil mempertanyakan Dana Bagi Hasil (DBH) Migas dan anggaran Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK). Aidil mempertanyakan hal itu di depan Kementerian Keuangan (Kemenkeu).

Adil menjelaskan, pada 2022, Meranti menerima DBH sebesar Rp114 miliar dengan hitungan harga minyak 60 dollar AS per barel. Kemudian dalam pembahasan APBD 2023 sesuai pidato Presiden Joko Widodo (Jokowi), harga minyak dunia naik menjadi 100 dollar AS per barel.

“Tapi kenapa minyak kami bertambah, liftingnya naik, duitnya makin sedikit. Bagaimana perhitungan asumsinya, kok naiknya cuma Rp700 juta,” kata Adil dalam Rakornas Pengelolaan Pendapatan dan Belanja Daerah se-Indonesia di Menara Dang Merdu Bank Riau Kepri Syariah Pekanbaru.

Menurut Adil, asumsi kenaikan jumlah produksi minyak Meranti pada tahun 2022 ada 13 sumur yang dibor. Pada tahun mendatang akan bertambah menjadi 19 sumur. “Ditargetkan produksi mencapai 9000 barel per hari, dan ini kenaikan yang cukup signifikan,” tuturnya.

Lap : Vie

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *