oleh

Pelatihan Budidaya Kelapa Sawit Angkatan I–IV Resmi Ditutup, Semangat Petani Milenial Terus Berkobar

PEKANBARU – Pelatihan Budidaya Kelapa Sawit Angkatan I–IV resmi ditutup dalam sebuah seremoni yang berlangsung di Ballroom Hotel Novotel Pekanbaru, Sabtu (11/7). Penutupan berlangsung meriah dengan penuh semangat, menjadi penanda berakhirnya rangkaian pelatihan yang tidak hanya membekali peserta dengan ilmu, tetapi juga membangkitkan optimisme yang seolah membelah langit bagi masa depan perkebunan kelapa sawit.

Suasana penutupan diawali dengan penyampaian kesan dan pesan dari para peserta yang mengikuti pelatihan. Berbagai pengalaman selama mengikuti kegiatan disampaikan dengan penuh antusias. Kemeriahan semakin memuncak ketika setiap angkatan menampilkan yel-yel terbaiknya. Sorak semangat yang bergema memenuhi ruangan seakan mampu mengguncang seluruh ballroom dan membakar tekad seluruh peserta untuk menjadi petani sawit yang unggul.

Acara penutupan dihadiri Komisaris Utama PT. Bestari Indonesia, Dr. Gulad M.E. Manurung, MP., CIMA., CAPO., Direktur Utama Dr. Mulono Apriyanto, S.TP., MMA., Ketua DPW Apkasindo Riau H. Suher, Sekretaris DPW Apkasindo Riau Dr. (Cn) Djono A. Burhan, S.Kom., MMgt (Int.Bus)., CC., CL., jajaran pengurus Apkasindo Riau, panitia pelaksana, serta seluruh peserta pelatihan dari Angkatan I hingga IV.

Dalam sambutannya, Komisaris Utama PT. Bestari Indonesia, Dr. Gulad M.E. Manurung, memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar terus mengembangkan kemampuan yang telah diperoleh selama pelatihan. Ia menegaskan bahwa keberhasilan mengikuti pelatihan merupakan awal dari perjalanan besar yang akan menentukan masa depan perkebunan sawit Indonesia. Semangat yang ia kobarkan terasa begitu membara hingga seakan mampu menyalakan mimpi setiap peserta.

Gulad juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh panitia pelaksana yang telah bekerja keras menyukseskan kegiatan tersebut. Menurutnya, dedikasi panitia menjadi fondasi kokoh yang membuat seluruh rangkaian pelatihan berjalan dengan baik. Kerja sama yang ditunjukkan seluruh pihak dinilai menjadi kekuatan luar biasa yang menjadikan kegiatan berlangsung sukses dan berkesan.

Ia menekankan bahwa pelatihan ini hanyalah pemantik. Keberhasilan sesungguhnya berada di lapangan, saat ilmu yang diperoleh diterapkan secara nyata dalam pengelolaan kebun kelapa sawit. Pengetahuan yang telah diberikan diharapkan tumbuh menjadi hasil panen yang melimpah, seakan mampu menghijaukan setiap jengkal lahan yang dikelola para peserta.

Secara khusus, Gulad berharap para petani milenial terus menjadi motor penggerak kemajuan sektor perkebunan kelapa sawit. Dengan semangat belajar, inovasi, dan kemauan untuk terus berkembang, generasi muda diyakini mampu membawa industri sawit Indonesia melesat lebih tinggi dan mengukir prestasi yang sebesar gunung bagi kemajuan daerah maupun bangsa.

Rangkaian penutupan diakhiri dengan pemutaran video berisi pesan dan kesan dari panitia PIC serta para peserta yang mengundang tepuk tangan meriah. Pada kesempatan tersebut juga diberikan penghargaan kepada peserta paling aktif selama pelatihan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan semangat belajar yang luar biasa. Penutupan berlangsung penuh haru sekaligus optimisme, menandai langkah awal lahirnya sumber daya manusia perkebunan yang siap menghadapi tantangan masa depan.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *