Rohil, Detaksatu.com : Terkait pemberitaan yang viral beberapa hari ini soal Laporan Harta Kekayaan Pejabat Negara (LHKPN) atas nama Samsuri, mantan Camat Rantau Kopar, Kabupaten Rokan Hilir (Rohil), detaksatu.com meralat karena kesamaan nama.
Ternyata, yang melaporkan harta kekayaan pada tahun 2019 dengan jabatan Camat itu bukanlah Samsuri yang saat ini menjabat Kabag Umum Setda Rohil yang lagi viral soal LHKPN diduga hasil tak wajar dan memakai plat bodong di mobil dinas.
Disisi lain, sangat disayangkan, pada berita klarifikasinya yang mana ia merespon pemberitaan detaksatu.com tentang dirinya disalah satu media online lokal, Samsuri justru melakukan pembohongan publik dan pernyataan hoax soal harta kekayaanya.
Pasalnya, pada media online lokal itu Samsuri mengatakan bahwa ia telah melaporkan harta kekayaannya sejak tahun 2019 hingga 2023, untuk tahun 2024 berlaku sama, kata pejabat “superpower” Rohil itu. Ternyata, laporan harta kekayaan Samsuri pada tahun 2019, 2020 dan 2021 nihil.
Setelah di cek terungkap fakta baru, Samsuri ternyata baru pertama kali melaporkan harta kekayaanya pada tanggal 31 Desember tahun 2022 dengan jabatan Kepala Bagian dan dengan jenis laporan khusus, awal menjabat dengan total Rp.2.446.275.273.
Pada laporan LHKPN perdana itu, Samsuri melaporkan harta kekayaannya langsung diangka hampir 2,5 Milyar. Tentunya itu angka yang fantastis untuk pejabat eselon IV dan juga menjadi tanda tanya besar, dari mana Samsuri mendapatkan harta sebanyak itu. Terlebih lagi ia bukan pengusaha.
Selanjutnya, bisa dipastikan saat menjabat Kasubag Kepegawaian, Kabid Tata Ruang dan Kabid Pembangunan Jalan dan Jembatan (PJJ) Dinas PUTR Rohil, Samsuri sama sekali tidak pernah melaporkan harta kekayaannya ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).
Apakah, harta kekayaan yang dilaporkan Samsuri pada tahun 2022 dengan nilai hampir 2.5 Milyar itu bersumber dari gaji, tunjangan, usaha atau hasil selama ia menduduki jabatan empuk di PUTR Rohil? Tentunya ini perlu penjelasan langsung.
Untuk mencari dan mengungkap fakta soal asal usul harta 2,5 milyar yang dilaporkan Samsuri itu, Detaksatu.com mencoba mengkonfirmasi via aplikasi perpesanan (whatshapp), Senin, (11/11/2024), meskipun konfirmasi sebelumnya bungkam.
Tapi percobaan itu kembali gagal. Tak menyerah, wartawan mencoba menghubungi via telpon whatshapp 3 kali, tapi kembali gagal karena panggilan dengan status berdering tak kunjung dijawab Samsuri. Pejabat seperti ini sudah layak di evaluasi karena sikap arogansinya.
Lap : BT







Komentar