Bengkalis, detaksatu : Kejuaraan Nasional Muaythai yang digelar di Kota Bekasi, Jawa Barat memiliki kenangan indah bagi Galank Ananda Dyra, Cahaya Aqila Lessnusa, Ananda Wahyu Wiraatmaja, Amira Khansa Lessnusa, dan M. Alfatih Lessnusa atlet dari Kabupaten Bengkalis yang memperkuat kontingen Provinsi Riau, Senin (10/8/2026). Mengapa tidak. Karena pada Kejurnas Indonesia Muaythai Championship 2026 yang dibuka Menpora Erick Thohir tersebut Galank Ananda Dyra meraih medali perak, Cahaya Aqila Lessnusa (perak), Ananda Wahyu Wiraatmaja (perunggu), Amira Khansa Lessnusa (perunggu), dan M. Alfatih Lessnusa (perunggu).
Indonesia Muaythai Championship 2026 yang berlangsung dari 4-9 Agustus 2026 di Kota Bekasi, Jawa Barat diikuti 460 atlet dari seluruh Indonesia yang dibagi beberapa divisi atau kelompok usia, yakni Divisi youth usia 16-23 tahun, elite usia 16-40 tahun, Class Fight Profesional, divisi remaja usia 9-10 tahun, 11-12 tahun, 13-14 tahun, dan 15-16 tahun. Sementara untuk katagori Wai Khruu (seni) terdiri dari Muay Boran dan Muay Aerobic.
Dalam Indonesia Muaythai Championship kali ini, seluruh atlet Kabupaten Bengkalis yang memperkuat kontingen Riau turun divisi remaja, yakni Ananda Wahyu Wiraatmaja yang akrab disapa Wira turun di kelas 60 kg, Gilank Ananda Dyra kelas 45 kg usia (U15-16), Amira Khansa Lessnusa kelas 45 kg putri (U15-16), Cahaya Aqila Lessnusa kelas 40 kg putri (U11-12), dan M. Alfatih Lessnusa kelas 10 kg putra (U8-9).
Galang pelajar SMAN 2 Bengkalis, Wira pelajar kelas XI SMA Abdurrab Islamic School, Amira Khansa Lessnusa MAN I Bengkalis, Cahaya Aqila Lessnusa pelajar SDN 04 Bengkalis, Bengkalis, M. Alfatih Lessnusa SDN 0 4 merupakan anak didik Sinyo Lessnusa dari Rumah Beladiri Siwalima Bengkalis.
Dakeslim, orang tua dari Ananda Wahyu Wiraatmaja kepada media ini Senin siang, mengatakan, awalnya anaknya berpotensi meraih emas atau perak karena sudah unggul poin, namun Ananda Wahyu Wiraatmaja yang saat ini menuntut ilmu di SMA Abdurrab Islamic School Pekanbaru mengalami cedera bahu di semi final yang membuat dirinya harus puas dengan medali perunggu.
“Sudah unggul poin, namun di detik-detik terakhir cedera bahu, akhirnya kalah dan meraih perunggu,” ujar Dakealim.
Lap : RD











Komentar