oleh

Dr Nopriadi Apresiasi Kualitas 79 Lulusan STIFAR Riau di Era Transformasi Digital

Pekanbaru, detaksatu : Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XVII Riau dan Kepulauan Riau, Dr H Nopriadi, SKM, MKes, menghadiri secara daring dan memberikan sambutan dalam acara Wisuda Periode II Semester Genap Tahun Akademik 2025/2026 Sekolah Tinggi Ilmu Farmasi (STIFAR) Riau di Pekanbaru pada 4 Juni 2026. Dalam perhelatan ini, STIFAR Riau secara resmi melepas 79 lulusan ke tengah masyarakat.

Secara rinci, para lulusan tersebut terdiri dari 30 orang dari program studi Farmasi jenjang D3, 43 orang dari jenjang S1, dan 6 orang dari jenjang S2. Dr. Nopriadi memberikan apresiasi tinggi kepada STIFAR Riau di bawah pimpinan Dr apt Enda Mora, MFarm, karena kampus tersebut kini berdiri kokoh sebagai perguruan tinggi swasta unggulan dengan akreditasi institusi “Baik Sekali”. Selain itu, program studi S2 Farmasi di STIFAR Riau juga telah sukses meraih predikat akreditasi “Unggul”.

Farmasi Masa Kini Bukan Sekadar Meracik Obat

Dalam arahannya, Dr Nopriadi menekankan bahwa pemindahan kuncir toga merupakan tanda dimulainya tanggung jawab moral para lulusan untuk melayani dan menyehatkan masyarakat. Beliau mengingatkan bahwa di era transformasi digital saat ini, bidang farmasi menuntut keahlian yang dinamis.

“Farmasi masa kini bukan lagi sekadar meracik obat di balik meja apotek. Farmasi masa kini adalah tentang inovasi, bioteknologi, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan dalam pelayanan kefarmasian,” tegas beliau dalam sambutannya.

Oleh karena itu, Kepala LLDIKTI Wilayah XVII mengingatkan agar lulusan tidak hanya mengandalkan ilmu teknis, tetapi juga memperkuat kemampuan soft skills, yang meliputi: Karakter dan Integritas: Mengedepankan kejujuran, ketelitian, dan etika profesi karena dunia kesehatan berkaitan langsung dengan nyawa manusia. Resiliensi dan Kemampuan Adaptasi: Menjadikan gelar akademik sebagai modal awal dan terus menjadi pembelajar sepanjang hayat. Kolaborasi Multidisiplin: Mampu bekerja sama dengan dokter, perawat, masyarakat, serta pemerintah.

Lompatan Prestasi Pendidikan Tinggi Riau dan Kepri

Selain memberikan pesan kepada para lulusan, Dr Nopriadi memaparkan sejumlah lompatan prestasi pendidikan tinggi di wilayah Riau dan Kepulauan Riau sepanjang periode 2024 hingga 2026. Beberapa capaian strategis tersebut di antaranya:

Sebanyak 3 Perguruan Tinggi Swasta berhasil meraih akreditasi “Unggul”, meningkat 300 persen dari kondisi tahun 2024 yang saat itu belum ada sama sekali. Terjadi lonjakan jumlah program studi berakreditasi “Unggul” dari 14 program studi menjadi 66 program studi. Jumlah dosen dengan jabatan Guru Besar (Profesor) mengalami kenaikan sebesar 34,1 persen, mencapai 59 orang.

Dr Nopriadi mendorong STIFAR Riau untuk tidak cepat berpuas diri. Beliau berharap kampus ini terus berinovasi, memperkuat hilirisasi riset, dan menjadikan institusinya sebagai pusat riset kefarmasian yang berdampak langsung pada peningkatan derajat kesehatan masyarakat secara luas.

Lap : Vie

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *