Pekanbaru, detaksatu : Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XVII, DR H Nopriadi, SKM, MKes, menyoroti tiga tantangan besar dunia kesehatan nasional saat menghadiri Sidang Senat Terbuka Wisuda ke-XIX STIKES Pekanbaru Medical Center (PMC). Di hadapan 105 wisudawan yang resmi dikukuhkan pada pagi ini, ia menegaskan bahwa tenaga medis dituntut bukan hanya sekadar untuk mengobati penyakit, melainkan harus siap menjadi garda terdepan dalam transformasi kesehatan.
Dalam orasi sambutannya, Nopriadi membeberkan bahwa Indonesia, tak terkecuali Provinsi Riau, tengah berpacu menghadapi transisi digitalisasi melalui platform SatuSehat. Selain itu, ketahanan kesehatan nasional juga masih diuji oleh target penurunan prevalensi stunting , serta tren peningkatan kasus penyakit tidak menular (PTM) seperti diabetes dan hipertensi yang dipicu oleh pergeseran gaya hidup urban.
“Kondisi ini memposisikan tenaga medis bukan sekadar sebagai penyembuh (curative) melainkan konselor pola hidup sehat (preventative),” tegas Nopriadi. Untuk menjawab tantangan tersebut, ia menekankan agar para lulusan memiliki kecakapan literasi teknologi tingkat tinggi (digital health literacy).
Lebih lanjut, Nopriadi menitipkan tiga pesan krusial kepada para pahlawan kesehatan baru yang kini siap terjun ke masyarakat. Pertama, ia menekankan pentingnya menjaga integritas dan etika profesi. Ia mengingatkan bahwa sentuhan kemanusiaan, senyuman ramah, dan komunikasi yang santun adalah obat pertama yang diterima pasien sebelum jarum suntik atau resep obat bekerja. Kedua, para lulusan harus terus menjadi pembelajar sepanjang hayat (continuous learner) guna mengikuti perkembangan pesat ilmu medis.
“Ketiga, jadilah problem solver bagi masyarakat. Terutama saat ditugaskan di daerah terpencil, jadilah penggerak perubahan yang senantiasa mengedukasi masyarakat tentang pentingnya sanitasi, gizi seimbang, dan pencegahan penyakit,” pesannya dengan lugas.
LLDIKTI Wilayah XVII turut memberikan apresiasi tinggi atas konsistensi dan komitmen STIKES PMC dalam mencetak Sumber Daya Manusia (SDM) kesehatan yang kompeten bagi Bumi Lancang Kuning. Secara kelembagaan, STIKES PMC saat ini telah mengantongi akreditasi ‘Baik’. Keunggulan akademik ini turut ditopang oleh kualitas program studi, di mana tiga program studi telah terakreditasi ‘Baik Sekali’ dan tiga lainnya berstatus ‘Baik’.
Sebagai wujud pembinaan, Nopriadi mendorong agar sivitas akademika tidak cepat berpuas diri. Ia memacu STIKES PMC untuk membidik akreditasi Unggul dan Internasional pada periode 2027/2028 mendatang.
“Jadikan kampus STIKES PMC ini sebagai Center of Excellence pendidikan kesehatan di Riau,” pungkas Nopriadi.
Rangkaian acara wisuda ini bukan hanya menjadi sebuah selebrasi akademik, melainkan sebuah penyerahan tongkat estafet kepada tenaga kesehatan profesional baru. Kiprah ke-105 lulusan ini kini dinantikan oleh masyarakat, guna membawa nama baik almamater STIKES PMC serta memberikan pengabdian terbaik bagi bangsa dan negara.
Lap : Vie







Komentar