oleh

Buka KKI 2026, Kasmarni: Teknologi Tanpa Karakter Kehilangan Arah

Bengkalis detaksatu : Bupati Bengkalis Kasmarni membuka Kontes Kapal Indonesia (KKI) yang diikuti 52 perguruan tinggi, Senin (14/9/2026). Ia mengingatkan para calon sarjana (peserta) yang menggeluti teknologi harus berkarakter agar tidak kehilangan arah.

“Teknologi tanpa karakter dapat kehilangan arah,” kata Kasmarni dalam sambutannya.

Pemerintah Kabupaten Bengkalis bersama Politeknik Negeri Bengkalis berkomitmen mensukseskan KKI ke-13 ini. Kasmarni berharap, ajang KKI tidak hanya berhenti sebagai sebuah meningkatkan kualitas sumber daya manusia serta memperkuat kolaborasi antara pemerintah perguruan tinggi, dunia usaha dan dunia industri, tapi melahirkan gagasan desain dan teknologi kemaritiman yang tangguh, responsif dan mandiri, bermanfaat bagi bangsa.

KKI 2026 mengusung tema “Responsif dan Mandiri untuk Kedaulatan Bangsa” sangat relevan dengan karakter dan kondisi Indonesia sebagai negara kepulauan.

“Membangun kekuatan maritim berbasis teknologi agar laut Indonesia menjadi ruang yang aman bagi kedaulatan pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat,” kata Kasmarni.

Dihadapan 962 orang peserta dari 129 tim yang berasal dari 52 perguruan tinggi, Kasmarni berpesan, ada tiga hal yang harus ditanamkan para peserta, yakni ilmu yang kuat inovasi yang berani dan karakter yang tangguh. Sebab teknologi tanpa karakter dapat kehilangan arah, sementara kecerdasan tanpa keberanian untuk berkarya tidak akan melahirkan perubahan.

Turut mendampingi Kasmarni dalam pembukaan yang dipusatkan di Lapangan Tugu tersebut, Wakil Bupati Bagus Santoso, Direktur Polbeng Johny Custer dan Forkompinda tamu dan undangan lainnya.

KKI ke-13 ini akan berlangsung mulai hari ini 14 sampai 17 September merupakan ajang unjuk inovasi teknologi maritim dari 52 perguruan tinggi. KKI sendiri merupakan kontes terbesar di Indonesia. Selaku tuan rumah Polbeng telah mempersiapkan beberapa venue, seperti di kampus Polbeng dan waduk PDAM Tirta Terubuk.

Tahun ini, panitia penyelenggara menetapkan dua katagori besar yang dibagi menjadi enam sub kategori, yaitu Autonomous Surface Vessel (ASV), Electric Remote Control (ERC), Fuel Engine Remote Control (FERC), Inovasi Desain dan Konstruksi (IDK), Inovasi Sistem Permesinan dan Kelistrikan (ISPK), serta satu sub kategori baru yang diperkenalkan tahun ini, yaitu Remotely Operated Vehicle (ROV) atau robot bawah air, yang merepresentasikan dimensi bawah laut dari operasi coast guard modern. Untuk sampai ke babak final masing-masing peserta sudah melalui babak penyisihan/seleksi berupa proposal dan laporan kemajuan serta video proses perakitan.

Dari proses seleksi tersebut, terjaring 52 perguruan tinggi yang terdiri atas 7 politeknik, 5 institut, dan 40 universitas, dengan total 129 tim yang akan berlaga di Bengkalis.

Hebatnya, dari 52 kampus, Politeknik Negeri Bengkalis satu-satunya yang berhasil masuk final di semua sub kategori (SK). Sementara juara umum KKI dua tahun berturut-turut (2024 dan 2025), Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya hanya meloloskan lima SK.

Selain ITS, perguruan tinggi ternama lain yang juga lolos ke lima SK, di antaranya Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya, Universitas Andalas, Universitas Brawijaya, Universitas Diponegoro, Universitas Indonesia, dan Universitas Negeri Malang.

Beberapa nama-nama besar perguruan tinggi juga ikut ambil bagian, seperti Universitas Gadjah Mada, Institut Teknologi Bandung, hingga Universitas Sumatera Utara turut meramaikan persaingan di berbagai sub kategori.

Sementara itu, panitia pelaksana telah menetapkan Juara Umum KKI 2026 berdasarkan akumulasi bobot medali yang diraih oleh masing-masing perguruan tinggi di seluruh sub kategori. Perguruan tinggi dengan total bobot medali tertinggi akan ditetapkan sebagai Juara Umum KKI 2026.

Berikut 52 perguruan tinggi finalis KKI 2026 beserta jumlah sub kategori yang diikuti: Politeknik Negeri Bengkalis – 6, Institut Teknologi Sepuluh Nopember – 5, Politeknik Perkapalan Negeri Surabaya – 5, Universitas Andalas – 5, Universitas Brawijaya – 5, Universitas Diponegoro – 5,
Universitas Indonesia – 5,
Universitas Negeri Malang – 5.

Sementara Politeknik Elektronika Negeri Surabaya – 4, Universitas Gadjah Mada – 4, Universitas Muhammadiyah Malang – 4, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta – 4, Universitas Negeri Yogyakarta – 4.

Sedangkan Institut Teknologi Kalimantan – 3 Universitas Maritim Raja Ali Haji (UMRAH) – 3, Universitas Negeri Semarang – 3, Universitas Negeri Surabaya – 3, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jakarta – 3, Universitas Riau – 3, Universitas Sebelas Maret – 3.

Sementara itu, Politeknik Negeri Batam – 2, Politeknik Negeri Ujung Pandang – 2, Universitas Airlangga – 2, Universitas Hasanuddin – 2, Universitas Jember – 2, Universitas Lampung – 2, Universitas Muhammadiyah Sumatera Utara – 2, Universitas Muhammadiyah Surabaya – 2, Universitas Multi Data Palembang – 2, Universitas Negeri Jakarta – 2 Universitas Pembangunan Nasional Veteran Jawa Timur – 2, Universitas Pembangunan Nasional Veteran Yogyakarta – 2, Universitas Sriwijaya – 2, Universitas Sultan Ageng Tirtayasa – 2, Universitas Telkom – 2.

Sedangkan Institut Teknologi Bandung – 1, Institut Teknologi Nasional Bandung – 1, Institut Teknologi Sumatera – 1, Politeknik Artificial Intelligence Budi Mulia Dua – 1, Politeknik Negeri Banyuwangi – 1, Universitas 17 Agustus 1945 Surabaya – 1, Universitas Islam Malang – 1 , Universitas Lambung Mangkurat – 1, Universitas Malikussaleh – 1, Universitas Muhammadiyah Gresik – 1, Universitas Muhammadiyah Sidoarjo – 1, Universitas Muhammadiyah Surakarta – 1, Universitas Negeri Padang – 1, Universitas Sumatera Utara – 1, Universitas Tanjungpura – 1, Universitas Teknokrat Indonesia – 1, dan Universitas Trunojoyo Madura – 1.

Lap : RD

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *