Pekanbaru, detaksatu : Langit bumi Lancang Kuning menjadi saksi perayaan puncak akademik yang penuh khidmat pada acara Wisuda Universitas Hang Tuah Pekanbaru (UHTP), Kamis (21/5). Pada momentum bersejarah ini, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XVII Riau dan Kepulauan Riau, Dr. H. Nopriadi, S.K.M., M.Kes., hadir langsung untuk memberikan orasi ilmiah serta apresiasi setinggi-tingginya kepada institusi.
Dalam sambutannya, Dr. Nopriadi memuji kiprah UHTP yang terus berdiri kokoh sebagai salah satu pilar pendidikan tinggi yang sehat, taat asas, dan konsisten bergerak maju di wilayah Riau. Dengan capaian akreditasi institusi yang saat ini menyandang predikat “Baik Sekali”, pihak LLDIKTI Wilayah XVII memotivasi kampus ini agar mampu merengkuh akreditasi Unggul dan bertaraf internasional pada tahun 2027 atau 2028 mendatang.
Tahun ini, UHTP yang menaungi 3.498 mahasiswa aktif dari berbagai jenjang pendidikan—mulai dari Diploma hingga Magister dan Profesi—secara resmi melepas 427 lulusan. Porsi kelulusan terbesar dipimpin oleh Program Studi S1 Ilmu Keperawatan sebanyak 141 orang, disusul Pendidikan Profesi Bidan (96 orang), Profesi Ners (77 orang), dan Kebidanan (58 orang). Statistik ini semakin mengukuhkan eksistensi UHTP sebagai lembaga pendidikan utama penghasil tenaga kesehatan dan profesional handal bagi wilayah Riau dan Kepulauan Riau.
Dr. Nopriadi secara tegas mengingatkan bahwa gelar akademik yang kini melekat pada nama para lulusan bukanlah sekadar hiasan di atas kertas ijazah, melainkan membawa tanggung jawab moral yang besar. Para wisudawan ini akan menghadapi dunia yang sarat dengan disrupsi digital dan tantangan kecerdasan buatan, di mana kemampuan adaptasi tinggi sangat dibutuhkan. Khusus bagi lulusan dari rumpun ilmu kesehatan, beliau berpesan agar mereka menjelma menjadi tenaga medis yang memadukan kecekatan teknis serta pemanfaatan teknologi modern dengan rasa empati kemanusiaan yang mendalam.
Lebih lanjut, bagi lulusan Teknik Informatika dan Sistem Informasi, Kepala LLDIKTI berharap mereka mampu mengambil peran sebagai arsitek digital yang dapat mendorong lompatan kemajuan bagi UMKM dan birokrasi di daerah. Sementara itu, bagi para sarjana Hukum dan Komunikasi, lulusan dituntut untuk berdiri tegak sebagai benteng keadilan dan penyebar kebenaran demi menangkal maraknya arus informasi palsu. Beliau turut menyitir prinsip bijak Melayu, “Tahu Diri, Tahu Mengerti”, sebagai fondasi karakter agar para lulusan selalu ingat akan akar budayanya dan siap memberikan solusi bagi jeritan lingkungan sekitar.
Kualitas mumpuni lulusan ini tidak terlepas dari peran 163 tenaga pendidik UHTP, di mana 24 dosen di antaranya telah bergelar Doktor (S3) dan 139 bergelar Magister (S2). Merespons potensi sumber daya ini, Dr. Nopriadi menantang 24 dosen yang kini memegang jabatan Lektor Kepala agar segera melakukan percepatan jenjang karir akademik menuju Guru Besar (Profesor). LLDIKTI Wilayah XVII menyatakan komitmen penuhnya untuk memfasilitasi proses tersebut guna mendongkrak reputasi akademik UHTP agar kelak menjadi episentrum inovasi, tempat di mana riset tidak hanya berujung di perpustakaan namun menjadi solusi nyata di tengah masyarakat.
Perayaan wisuda ini turut didedikasikan bagi para orang tua dan wali. Dr. Nopriadi secara khusus menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan besar masyarakat menitipkan pendidikan putra-putrinya di perguruan tinggi bermutu seperti UHTP. Menutup sambutannya, ia mengajak seluruh elemen sivitas akademika UHTP untuk terus bersinergi, menjadikan Riau dan Kepulauan Riau sebagai mercusuar pendidikan tinggi terkemuka di bagian barat Nusantara.
Lap : Vie











Komentar