Pekanbaru, detaksatu : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XVII menyatakan komitmen dan dukungan penuhnya terhadap proses transformasi Institut Bisnis dan Teknologi (IBT) Pelita Indonesia menjadi Universitas Pelita Indonesia. Dukungan strategis ini ditegaskan langsung oleh Kepala LLDIKTI Wilayah XVII dalam agenda Evaluasi Lapangan Perubahan Bentuk yang diselenggarakan di Pekanbaru, Selasa (19/5).
Dr H Nopriadi, SKM, MKes, sebagai Kepala LLDIKTI Wilayah XVII menyampaikan dalam sambutanya “langkah transformasi institusi ini dipandang sebagai sebuah manuver berani dan visioner dari Yayasan Pendidikan Pelita Indonesia. Perubahan ini ditegaskan bukan sekadar pergantian nomenklatur belaka. Lebih jauh, proses ini merupakan sebuah “lompatan kuantum” (quantum leap) yang mencakup pembaruan tata kelola, perluasan rumpun ilmu, integrasi keilmuan, hingga peningkatan kapasitas layanan akademik yang lebih mumpuni”.
“Menjadi universitas berarti membuka pintu selebar-lebarnya bagi pengembangan riset multidisiplin dan memberikan opsi pendidikan yang lebih variatif bagi masyarakat,” ungkap Dr. Nopriadi kembali.
Kehadiran universitas berkualitas baru di Provinsi Riau diyakini akan memberikan dampak ganda yang positif. Selain memperluas akses pendidikan bagi anak bangsa, langkah ini diproyeksikan mampu mempercepat peningkatan Indeks Pembangunan Manusia (IPM) daerah sekaligus menopang langkah strategis pemerintah menyongsong era Indonesia Emas.
“Tahapan Krusial Evaluasi Lapangan“
Agenda evaluasi lapangan ini merupakan fase penentu yang diampu langsung oleh Tim Evaluator dari Direktorat Kelembagaan, Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Ditjen Diktiristek). Terdapat tiga aspek esensial yang dibedah secara komprehensif selama proses ini berlangsung, yaitu aspek hukum, umum, dan keuangan.
Pihak LLDIKTI Wilayah XVII mengimbau tim pengusul dari IBT Pelita Indonesia dan Yayasan untuk kooperatif menyajikan data yang transparan, akurat, dan objektif sesuai dengan dokumen yang terunggah di sistem SIAGA. Momentum evaluasi ini juga didorong untuk menjadi ajang konsultasi yang konstruktif, di mana masukan dari para evaluator diibaratkan sebagai “nutrisi” berharga untuk menyempurnakan fondasi calon universitas.
Turut hadir mengawal momen bersejarah ini, Ketua Yayasan Pendidikan Pelita Indonesia Pekanbaru, Hary Choandra, serta Rektor IBT Pelita Indonesia, Prof. Dr. Amries Rusli Tanjung, SE, MM, Ak, beserta seluruh jajaran sivitas akademika.
Rangkaian acara diharapkan dapat berlangsung dengan tertib dan lancar. Besar harapan seluruh pihak agar evaluasi ini membuahkan hasil optimal, bermuara pada segera terbitnya Surat Keputusan (SK) Perubahan Bentuk menjadi Universitas Pelita Indonesia dalam waktu dekat, demi kemajuan pendidikan generasi muda Riau dan Indonesia.
Lap : Vie







Komentar