Pekanbaru, detaksatu : Geliat peningkatan mutu dan kapasitas perguruan tinggi di Provinsi Riau terus menunjukkan tren yang sangat positif. Pada Selasa (19/5/2026), Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XVII, Dr H Nopriadi, SKM, MKes, hadir dan mengawal langsung jalannya agenda Evaluasi Lapangan usulan perubahan bentuk Institut Bisnis dan Teknologi (IBT) Pelita Indonesia menjadi Universitas Pelita Indonesia.
Bertempat di kampus IBT Pelita Indonesia, Pekanbaru, kehadiran orang nomor satu di LLDIKTI Wilayah XVII tersebut menjadi suntikan moral yang kuat bagi jajaran yayasan dan sivitas akademika.
Dalam arahannya yang hangat dan bersahabat, Dr Nopriadi meminta seluruh tim pengusul dan pengelola kampus untuk menyambut proses evaluasi ini dengan keterbukaan dan sikap kooperatif. Ia menekankan bahwa kedatangan tim evaluator dari pusat bukanlah untuk mencari-cari kekurangan, melainkan untuk membina dan memastikan kelayakan institusi.
“Tolong tunjukkan dan buka seluas-luasnya dokumen bukti yang telah diunggah di sistem SIAGA. Jadikan momentum evaluasi lapangan ini sebagai ajang koordinasi dan konsultasi yang konstruktif,” pesan Dr Nopriadi di hadapan para hadirin.
Secara khusus, Dr. Nopriadi mengibaratkan catatan dan rekomendasi dari para evaluator senior Direktorat Kelembagaan Diktisaintek layaknya asupan gizi yang sangat dibutuhkan oleh institusi.
“Masukan dan rekomendasi dari para evaluator yang hadir di depan kita ini adalah ‘nutrisi’ berharga untuk menyempurnakan fondasi calon Universitas Pelita Indonesia,” tambahnya.
Turut hadir menyambut tim evaluator dalam momentum bersejarah tersebut di antaranya Ketua Yayasan Pendidikan Pelita Indonesia Pekanbaru, Hary Choandra, serta Rektor IBT Pelita Indonesia, Prof. Dr. Amries Rusli Tanjung, SE, MM, Ak, beserta seluruh jajaran pimpinan kampus.
Mantan akademisi kesehatan masyarakat ini juga meyakini bahwa tim evaluator akan memotret kesiapan IBT Pelita Indonesia secara jernih dan objektif. Arahan-arahan yang diberikan nantinya dipastikan bermuara pada kemajuan mutu Perguruan Tinggi Swasta (PTS) di lingkungan LLDIKTI Wilayah XVII.
Menutup sambutannya, Dr Nopriadi memanjatkan doa dan harapan besar agar seluruh rangkaian evaluasi yang berlangsung selama dua hari ini membuahkan hasil yang manis.
“Semoga berjalan lancar dan tertib, sehingga terbitnya Surat Keputusan (SK) perubahan bentuk menjadi Universitas Pelita Indonesia dapat terealisasi dalam waktu yang tidak terlalu lama. Selamat bertugas kepada tim evaluator, dan selamat berjuang kepada keluarga besar Pelita Indonesia,” pungkasnya.
Lap : Vie







Komentar