Pekanbaru, detaksatu : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XVII Provinsi Riau dan Kepulauan Riau memberikan apresiasi tinggi atas capaian Institut Kesehatan dan Teknologi Al Insyirah (IKTA) dalam meluluskan 629 wisudawan baru. Prosesi Sidang Senat Terbuka yang berlangsung di Grand Ballroom Labersa pada Sabtu (16/5) tersebut menjadi momentum penguatan standar mutu pendidikan tinggi kesehatan di Bumi Lancang Kuning.
Dalam sambutannya, Kepala LLDIKTI Wilayah XVII menekankan bahwa IKTA kini telah bertransformasi menjadi institusi yang kredibel di level global. Hal ini dibuktikan dengan kepemilikan sertifikasi internasional ISO 21.001 serta raihan akreditasi “Unggul” dan “Baik Sekali” pada mayoritas program studinya.
Acara wisuda ini menjadi sangat istimewa karena dihadiri oleh jajaran tokoh dan pejabat penting dari tingkat daerah hingga nasional. Tampak hadir Anggota Komisi X DPR RI, Dr Karmila Sari, SKom, MM, yang terus bersinergi memperjuangkan aspirasi perguruan tinggi di Riau; Gubernur Riau pada masanya, H M Rusli Zainal, SE, MM, serta perwakilan Gubernur Riau yang diwakili oleh Kabid SDK Dinas Kesehatan Provinsi Riau, Ns Zaibah, SKep, MM.
Selain itu, sinergi pentahelix IKTA juga terlihat dari kehadiran jajaran aparat penegak hukum seperti perwakilan Kapolda Riau, pimpinan Dinas Kesehatan dari berbagai kabupaten/kota seperti Pekanbaru dan Kuantan Singingi, hingga para Direktur Rumah Sakit mitra seperti RSUD Arifin Achmad, RS Jiwa Tampan, dan RSUD Bengkalis. Tidak ketinggalan, mitra industri dari April Group, pimpinan perbankan syariah, serta ketua berbagai organisasi profesi kesehatan (PPNI, IBI, IAKMI, IKATEMI, dan HAKLI) turut menyaksikan lahirnya para tenaga kesehatan baru ini.
Transformasi Teknologi Medis
Kepala LLDIKTI XVII dalam pidatonya menyampaikan pesan strategis kepada para wisudawan. Di era disrupsi, lulusan IKTA yang memiliki basis ilmu kesehatan sekaligus teknologi dianggap memiliki keunggulan kompetitif yang unik.
“Saudara adalah penggerak utama digitalisasi layanan kesehatan di Indonesia. Gunakan kemahiran teknologi untuk meningkatkan akurasi medis, namun jangan pernah melupakan sisi empati dan etika sebagai tenaga kesehatan,” tegasnya.
Selain memberikan selamat kepada para wisudawan, pihak LLDIKTI juga menggarisbawahi pentingnya penguatan infrastruktur kampus. Sejalan dengan rncana strategis tahun 2026, pihak Yayasan Al Insyirah didorong untuk terus mengembangkan sarana dan prasarana guna menopang visi IKTA menuju akreditasi institusi yang “Unggul” secara konsisten.
Capaian Akademik Berkelanjutan
Berdasarkan data akademik, wisuda kali ini meluluskan 629 orang dari berbagai program studi, mulai dari Ilmu Keperawatan, Kebidanan, Kesehatan Masyarakat, hingga Teknologi Rekayasa Elektro-Medis yang telah meraih predikat “Unggul”. Kekuatan ini didukung oleh barisan dosen profesional, termasuk di antaranya para Guru Besar dan Lektor Kepala yang menjadi penjamin mutu intelektual di kampus tersebut.
Prosesi wisuda ditutup dengan suasana haru saat para lulusan diingatkan untuk mendedikasikan gelar mereka kepada orang tua. Sebagai bentuk penghormatan terhadap kearifan lokal, rangkaian acara juga dipermanis dengan balutan pantun melayu yang memberikan nuansa hangat dan kekeluargaan sepanjang acara.
Lap : vie







Komentar