oleh

Wisuda Institut Mitra Gama, Kepala LLDIKTI XVII Tegaskan Prinsip Zero Tolerance Terhadap Rendahnya Mutu Lulusan

Pekanbaru, detaksatu : Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XVII Riau dan Kepulauan Riau memberikan peringatan keras sekaligus apresiasi pada prosesi Wisuda IV jenjang Pendidikan Diploma Institut Mitra Gama yang berlangsung di Pekanbaru, Selasa (12/5/2026). Dalam momentum tersebut, LLDIKTI menekankan bahwa gelar sarjana bukan sekadar atribut formalitas, melainkan hasil dari validasi kompetensi yang terukur.

Kepala LLDIKTI Wilayah XVII, Dr H Nopriadi, SKM, MKes, yang diwakili oleh, Agusrizal, SPd, MHum., menyatakan bahwa wisuda ini merupakan “panen raya intelektual” bagi putra-putri terbaik bangsa. Namun, ia mengingatkan agar euforia kelulusan tidak berhenti pada simbolik pakaian toga semata.

“Kami menegaskan dengan sangat jelas bahwa kesarjanaan ini adalah manifestasi penegakan mutu. Kami tidak ingin momentum ini hanya berakhir pada kosmetik toga. Setiap lulusan harus tervalidasi melalui kompetensi yang nyata. Kesiapan lulusan Mitra Gama wajib kompetitif dan mampu memberikan solusi di tengah masyarakat,” tegas Agusrizal saat membacakan sambutan resmi.

Lebih lanjut, Agusrizal menyampaikan pesan mendalam mengenai komitmen institusi dalam menjaga standar akademik. Menurutnya, keberhasilan para wisudawan adalah cerminan kejujuran institusi dalam menjaga kualitas pendidikan tanpa kompromi.

“Di LLDIKTI XVII, kami memegang prinsip Zero Tolerance for Low Quality atau nol toleransi bagi mutu yang rendah. Kualitas lulusan adalah instrumen penjaminan mutu yang sifatnya vital dan sakral. Hanya dengan mutu yang terjaga, sebuah perguruan tinggi akan memiliki warisan yang abadi dan dipercaya masyarakat,” tambahnya.

Dalam acara yang berlangsung khidmat tersebut, Agusrizal juga sempat mencairkan suasana dengan bait-bait pantun khas Melayu yang menekankan harapan besar agar para alumni mampu memajukan daerah Riau. Ia menyerukan adanya “revolusi paradigma” bagi para sarjana baru agar siap menghadapi dinamika dunia kerja yang menuntut ketangguhan mental dan kedalaman etika.

Pihak LLDIKTI XVII menilai Institut Mitra Gama telah menunjukkan kematangan institusional melalui wisuda ini. Lulusan tersebut diharapkan menjadi garda terdepan dalam menjaga marwah almamater dengan integritas luhur, bukan sekadar mengejar status sosial namun gagal dalam pembuktian kapasitas intelektual.

“Gelar yang saudara sandang adalah amanah moral. Jadilah sarjana yang matang secara budaya dan tangguh secara mental untuk memikul nama besar Institut Mitra Gama,” pungkasnya.

Acara ini turut dihadiri oleh jajaran Yayasan Mitra Gama, Rektor beserta Senat, serta keluarga para wisudawan yang turut menyaksikan prosesi pengukuhan sarjana tersebut sebagai langkah awal pengabdian nyata bagi pembangunan nasional.

Lap : vie

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *