oleh

Pengukuhan Guru Besar UMRI, LLDIKTI XVII Tegaskan Hilirisasi Riset sebagai Arah Strategis Pendidikan Tinggi di Riau

Pekanbaru, detaksatu : Universitas Muhammadiyah Riau (UMRI) resmi menambah kekuatan akademiknya melalui pengukuhan dua Guru Besar baru, Rabu (25/2/2026). Prosesi yang berlangsung khidmat tersebut digelar di Auditorium Gedung KH Ahmad Dahlan UMRI, bertepatan dengan momentum bulan suci Ramadan 1447 Hijriah.

Dua akademisi yang dikukuhkan yakni Prof Dr Jufrizal Syahri, MSi. sebagai Guru Besar Bidang Ilmu Kimia dengan kepakaran Kimia Organik, serta Prof Ir Ahmad Kafrawi Nasution, MT, PhD. sebagai Guru Besar Bidang Teknik Mesin dengan kepakaran Biomaterial Terdegradasi.

Kegiatan ini dihadiri Wakil Ketua Majelis Diktilitbang PP Muhammadiyah Prof. Achmad Jainuri, PhD, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi Wilayah XVII Riau & Kepri Dr H Nopriadi, SKM, MKes, Gubernur Riau yang diwakili Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Riau Erisman Yahya, MH, serta Rektor UMRI Dr H Saidul Amin, MA.

Kepala LLDIKTI Wilayah XVII (Riau dan Kepulauan Riau), Dr. H. Nopriadi, S.K.M., M.Kes., dalam sambutannya menegaskan bahwa kepakaran kedua Guru Besar tersebut sangat relevan dengan kebutuhan pembangunan daerah di Bumi Lancang Kuning.

Menurutnya, pengembangan Kimia Organik berpotensi besar dalam mendorong hilirisasi produk turunan kelapa sawit, biomassa, serta pengembangan farmasi berbasis bahan alam khas Riau. Sementara itu, kepakaran di bidang biomaterial dinilai strategis untuk mendukung inovasi material medis serta pengganti plastik ramah lingkungan berbasis limbah pertanian dan industri.

Ia menekankan bahwa jabatan Guru Besar bukan sekadar capaian akademik personal, melainkan amanah besar sebagai arsitek masa depan peradaban.
“Jangan biarkan ilmu berhenti di perpustakaan, tetapi jadikan sebagai solusi atas berbagai problematika masyarakat agar manfaatnya dapat dirasakan nyata oleh dunia industri dan masyarakat luas,” ujarnya.

Selain itu, para Guru Besar di lingkungan Muhammadiyah diingatkan untuk senantiasa memegang teguh pesan KH Ahmad Dahlan, yakni menjadi “Intelek yang Ulama” dan “Ulama yang Intelek” sebagai fondasi integritas keilmuan dan moralitas akademik.

Pada kesempatan tersebut, LLDIKTI Wilayah XVII juga menyatakan komitmennya untuk terus memfasilitasi dan mendorong percepatan karier akademik dosen di perguruan tinggi swasta menuju jabatan profesor.

Sebagai perguruan tinggi Muhammadiyah di Riau, UMRI berkomitmen menjadi mercusuar pendidikan yang mencerahkan dan memajukan peradaban melalui penguatan mutu dosen serta peningkatan produktivitas riset yang berdampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat.

Lap : Vie

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *