Rokan Hilir, detaksatu.com : Satu tahun kepemimpinan Bupati Rokan Hilir H Bistamam bersama Wakil Bupati Jhony Charles dinilai telah menghadirkan fondasi kebijakan pembangunan daerah yang semakin terarah, khususnya pada sektor pendidikan sebagai pilar utama peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Berbagai inovasi dan program afirmatif yang dijalankan pemerintah daerah menunjukkan adanya orientasi pembangunan jangka menengah–panjang yang lebih sistematis, terukur, dan berbasis kebutuhan masyarakat.
Dalam perspektif akademik, kebijakan pendidikan daerah yang progresif tercermin dari upaya penguatan akses, pemerataan, dan kualitas pendidikan melalui dukungan terhadap program strategis seperti Sekolah Garuda serta optimalisasi bantuan pendidikan nasional, antara lain Program Indonesia Pintar (PIP). Kebijakan tersebut tidak hanya memperluas kesempatan belajar bagi peserta didik, tetapi juga berkontribusi terhadap pengurangan kesenjangan pendidikan antarwilayah di Kabupaten Rokan Hilir.
Nanang, mahasiswa asal Rokan Hilir yang sedang menempuh pendidikan di Pekanbaru sekaligus Ketua Dewan Pengurus Daerah (DPD) Tunas Muda Indonesia Kabupaten Rokan Hilir, menyampaikan bahwa capaian satu tahun kepemimpinan daerah menunjukkan adanya konsistensi arah kebijakan pendidikan yang semakin terstruktur dan berorientasi pada hasil (outcome-based policy). Menurutnya, pendekatan pembangunan pendidikan yang mulai diarahkan pada pilot project tematik merupakan langkah strategis untuk memastikan efektivitas program serta keberlanjutan kebijakan di masa depan.
“Secara akademik, kami melihat adanya pergeseran pendekatan dari pola kebijakan yang bersifat administratif menuju kebijakan yang lebih strategis dan berdampak. Program pendidikan yang dijalankan menunjukkan orientasi pada penguatan kualitas SDM daerah dalam jangka panjang. Ini merupakan indikator penting bagi kemajuan daerah,” ujarnya.
Lebih lanjut, ia menegaskan bahwa investasi pada sektor pendidikan merupakan determinan utama dalam pembangunan daerah berkelanjutan. Oleh karena itu, keberlanjutan program pendidikan daerah memerlukan sinergi multipihak, termasuk keterlibatan organisasi kepemudaan, akademisi, dan mahasiswa sebagai mitra kritis-konstruktif pemerintah daerah.
Sebagai Ketua DPD Tunas Muda Indonesia Kabupaten Rokan Hilir, Nanang menyatakan komitmen organisasi kepemudaan yang dipimpinnya untuk mendukung serta berkontribusi terhadap pengembangan kebijakan pendidikan daerah melalui pemikiran ilmiah, riset, advokasi kebijakan, dan inovasi sosial. Kolaborasi antara pemerintah daerah dan komunitas pemuda, akademik dinilai penting untuk memastikan bahwa setiap program pendidikan memiliki dasar perencanaan yang kuat, terukur, dan berbasis data.
“Kami dari DPD Tunas Muda Indonesia Rokan Hilir bersama mahasiswa Rokan Hilir siap berperan sebagai mitra intelektual pemerintah daerah dalam merumuskan dan mengawal kebijakan pendidikan. Dukungan terhadap program Bupati dan Wakil Bupati bukan hanya bersifat normatif, tetapi juga dalam bentuk kontribusi gagasan, kajian akademik, dan rekomendasi kebijakan,” tegasnya.
Dengan capaian awal dalam satu tahun kepemimpinan, kalangan mahasiswa dan pemuda berharap Pemerintah Kabupaten Rokan Hilir terus memperkuat arah pembangunan pendidikan melalui kebijakan yang konsisten, berkelanjutan, dan berbasis indikator kinerja yang jelas. Kepemimpinan yang visioner, adaptif, dan kolaboratif diyakini akan menjadi faktor kunci dalam mendorong transformasi pendidikan serta peningkatan daya saing generasi muda Rokan Hilir di tingkat regional maupun nasional, rls
Lap : Vie











Komentar