Pekanbaru, Detaksatu.com : Tim dosen dari Program Studi Teknik Perminyakan Universitas Islam Riau (UIR) berhasil melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang inovatif. Kegiatan ini fokus pada pemanfaatan limbah biji durian sebagai bahan baku biopolimer, sebuah material untuk teknologi Chemical Enhanced Oil Recovery (EOR) yang ramah lingkungan. Inisiatif ini diketuai oleh Ir. Novia Rita, ST, MT, dan melibatkan dosen Ir Sapitri, ST, MT, dan Dr Ir Ira Herawati, ST, MT, serta Mahasiswa melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) dengan tema “Pemberdayaan Masyarakat dalam Pemanfaatan Limbah Biji Durian sebagai Bahan Baku Biopolimer untuk Teknologi Chemical Enhanced Oil Recovery (EOR) Ramah Lingkungan”.
Kegiatan PkM ini bertempat di Desa Batu Belah, Kabupaten Kampar, dan melibatkan dari pemuda Muhammadiyah serta masyarakat setempat. Program ini bertujuan meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat dalam memanfaatkan limbah biji durian yang selama ini belum dimaksimalkan.
Program PkM ini memiliki tujuan utama untuk meningkatkan kesadaran dan keterampilan masyarakat mengenai nilai ekonomi dan teknologi dari limbah biji durian. Dengan pendekatan yang edukatif dan aplikatif, masyarakat diperkenalkan pada potensi pati yang terkandung dalam biji durian sebagai bahan dasar untuk biopolimer. Biopolimer ini sendiri memiliki prospek besar untuk digunakan dalam teknologi Chemical EOR di Industri Perminyakan.
Ketua tim PkM, Ir Novia Rita, menjelaskan bahwa pemanfaatan bahan lokal berbasis biomassa merupakan langkah strategis dalam mendukung pengembangan teknologi energi berkelanjutan.
“Biji durian mengandung pati yang dapat diolah menjadi biopolimer yang unggul. Selain bersifat ramah lingkungan dan biodegradable, bahan ini juga membuka potensi ekonomi baru bagi masyarakat,” ujar Novia.
Rangkaian kegiatan PkM mencakup sosialisasi, pelatihan intensif tentang cara pengolahan biji durian menjadi pati, hingga demonstrasi praktis pembuatan biopolimer dalam skala sederhana. Para peserta tidak hanya menerima pengetahuan teoretis, tetapi juga mengasah keterampilan praktis. Keterampilan ini diharapkan dapat dikembangkan lebih lanjut menjadi kegiatan produktif yang berkelanjutan di tingkat lokal.
Selain fokus pada inovasi teknologi ramah lingkungan, program ini juga secara langsung membuka peluang peningkatan ekonomi masyarakat. Inisiatif ini mengadopsi konsep ekonomi sirkular, di mana limbah rumah tangga atau pertanian yang selama ini terbuang dapat diubah menjadi produk bernilai tambah tinggi. Potensi ini sangat mungkin untuk dikembangkan menjadi usaha mikro atau kecil lokal.
Antusiasme yang tinggi terlihat jelas dari para peserta selama kegiatan berlangsung. Salah seorang perwakilan pemuda menyatakan rasa terima kasih dan wawasan barunya.
“Selama ini biji durian hanya kami buang. Sekarang kami tahu bahwa limbah ini bisa diolah dan memiliki nilai guna, bahkan untuk industri besar,” ungkapnya.
Melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini, Ir Novia Rita berharap terjalin sinergi yang berkelanjutan antara pihak perguruan tinggi dan masyarakat.
“Sinergi ini ditujukan untuk terus mengembangkan inovasi berbasis sumber daya lokal yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga unggul, berdaya saing, dan pada akhirnya mampu meningkatkan kesejahteraan komunitas,” pungkasnya.
Lap : Vie







Komentar