Pekanbaru, Detaksatu.com : Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XVII Riau dan Kepulauan Riau, Nopriadi, menegaskan pentingnya Diktisaintek Berdampak atau Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi yang memiliki dampak langsung bagi masyarakat. Hal ini ia sampaikan saat acara Penyerahan Kontrak Turunan Dana Hibah Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Tahun Anggaran 2025 yang digelar di Auditorium Lantai 4 Gedung H Rawi Kunin Rektorat Universitas Islam Riau (UIR), Senin (14/7/2025).
Acara ini dihadiri pimpinan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) se-Riau dan Kepulauan Riau, serta perwakilan dari Bank Syariah Indonesia Cabang Provinsi Riau. Secara simbolis, kontrak turunan dana hibah diserahkan hanya kepada Universitas Islam Riau sebagai tuan rumah penyelenggara.
Dalam sambutannya, Nopriadi menegaskan bahwa pendidikan tinggi harus melampaui sekadar menghasilkan karya ilmiah atau skripsi. Menurutnya, riset dan pengabdian harus menyentuh persoalan nyata di masyarakat, memperkuat pusat riset, dan menjadi motor penggerak pertumbuhan ekonomi daerah.
“Kita tidak boleh berhenti hanya di seminar atau ruang diskusi. Perguruan tinggi harus hadir memberi dampak bagi masyarakat luas,” ungkapnya.
Pada kesempatan yang sama, Nopriadi menyampaikan apresiasi kepada tim pengelola Tunjangan Kinerja (Tukin) dosen ASN di LLDIKTI Wilayah XVII, yang tahun ini menjadi wilayah pertama di Indonesia berhasil mencairkan dana Tukin bagi dosen. Menurutnya, capaian ini merupakan wujud komitmen peningkatan kesejahteraan dosen, yang pada akhirnya akan berdampak pada mutu pendidikan tinggi di wilayah Riau dan Kepri.

Selain itu, ia juga menyoroti pentingnya program seperti KIP Kuliah untuk memperluas akses pendidikan tinggi, serta peningkatan kualifikasi akademik dosen demi memperkuat SDM unggul di perguruan tinggi.
Capaian Dana Hibah Tahun 2025
Untuk Tahun Anggaran 2025, tercatat, 241 proposal penelitian dari PTS se-Riau dan Kepri lolos pendanaan, total nilai kontrak Rp18.421.140.000, 54 proposal pengabdian kepada masyarakat juga memperoleh pendanaan, total nilai kontrak Rp2.322.115.000.
Lima besar penerima hibah penelitian terbanyak di antaranya adalah Universitas Islam Riau, Universitas Muhammadiyah Riau, Universitas Pasir Pengaraian, Universitas Lancang Kuning, dan Universitas Hang Tuah Pekanbaru. Sedangkan penerima hibah pengabdian terbesar adalah Institut Teknologi Batam, disusul Universitas Muhammadiyah Riau dan Universitas Islam Riau.

Acara diakhiri dengan penyerahan simbolis kontrak turunan dana hibah kepada UIR selaku tuan rumah. Melalui momentum ini, Kepala LLDIKTI Wilayah XVII berharap riset dan pengabdian perguruan tinggi tidak hanya menjadi formalitas, tetapi betul-betul hadir untuk menjawab persoalan sosial dan ekonomi masyarakat.
“Kita membangun mahasiswa berdampak, memperkuat kolaborasi antar kampus, dan membawa hasil riset lebih dekat ke masyarakat,” pungkas Nopriadi.
Dengan langkah ini, LLDIKTI Wilayah XVII optimis peran perguruan tinggi di Riau dan Kepulauan Riau akan semakin kuat dalam mendukung pembangunan daerah dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Lap : Vie








Komentar