Siak, Detaksatu.com : Tari pada dasarnya adalah sarana untuk mengungkapkan perasaan dan jiwa manusia, baik secara perorangan, bersama-sama atau bagi anak-anak, remaja atau orang dewasa. Tari selain sebagai media ekspresi manusia secara individu juga merupakan ekspresi komunal bagi sekelompok manusia. Selain itu, tari juga merupakan salah satu produk budaya manusia sebagai hasil olahan cipta, rasa dan karsanya. Setiap karya seni sedikit banyak mencerminkan kehidupan masyarakat tempat seni itu diciptakan. Karya seni ada karena seorang seniman menciptakannya.
Pada pengertian diatas program studi Seni Pertunjukan Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan (FKIP) Universitas Islam Riau melaksanakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) pada “Pelatihan Pengarapan Tari Tradisi Ke Tari Pertunjukan Dengan Mengunakan Metode Komposisi Tari Pada Masyarakat Suku Akit Desa Bunsur Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak Provinsi Riau”, pada bulan yang lalu.

Pada pelaksanaan PKM, Dosen Yahyar Erawati SKar MSn yang sebagai ketua dengan anggota Febriana Fernandes dan Zulfan Fahmi, Senin (29/07/2024) menjelaskan ilmu pengarapan tari atau menciptakan tari merupakan ilmu yang mempelajari tentang tata cara menciptakan atau mengubah suatu karya tari. Ilmu penciptaan tari biasa disebut dengan komposisi tari, ilmu komposisi tari adalah pengetahuan yang harus dimiliki oleh seorang penata tari atau pencipta tari dari mulai proses pengarapan gerak sampai pertunjukan.
Ada beberapa strategi dan langkah-langkah yang dapat dilakukan dalam hal pengarapan dan menciptakan tari antara lain: Eksplorasi, Improvisasi dan pembentukan. sedangkan Metode pendekatan yang digunakan dalam kegiatan pelatihan pengarapan tari dengan metode komposisi tari antara lain : metode ceramah, dan metode demonstrasi dan praktek.

Dengan menggunakan beberapa cara tersebut, pada pelatihan penggarapan tari dengan menggunakan metode komposisi tari Kabupaten Siak telah membawa dampak positif dalam pengembangan pemahaman tentang seni tari, kemampuan mereka dalam menciptakan karya tari, serta peningkatan apresiasi mereka terhadap seni budaya.
Berdasarkan hasil dan pembahasan yang telah disampaikan, beberapa simpulan penting dapat diambil, pelatihan ini berhasil memberikan pemahaman yang lebih mendalam kepada kelompok masyarakat tentang seni tari, melalui pengenalan metode komposisi tari, mereka telah belajar cara menggabungkan gerakan, ritme, dan ekspresi untuk mengkomunikasikan pesan atau cerita melalui tarian. Pelatihan ini mendorong kolaborasi mereka mengembangkan kreativitas mereka dalam menciptakan gerakan tari.
Dari hasil pelatihan ini mungkin telah diwujudkan dalam bentuk pertunjukan atau presentasi tarian. Ini memberikan kesempatan kepada masyarakat untuk mengalami pertunjukan seni yang membanggakan dan mengembangkan kepercayaan diri mereka dalam berbicara melalui gerakan tari.

Pengayaan budaya lokal seni tari adalah bagian dari budaya lokal, dan pelatihan ini berpotensi untuk memperkaya warisan seni budaya di Kabupaten Siak. Ini dapat membantu melestarikan dan mengembangkan seni tari tradisional yang unik. Pelatihan ini mungkin telah memunculkan ini dapat membuka peluang bagi mereka untuk mengejar karir di bidang seni tari.
Dengan demikian, pelatihan penggarapan tari dengan metode komposisi tari terhadap kelompok masyarakat di Desa Bunsur Kecamatan Sungai Apit Kabupaten Siak adalah langkah yang berarti dalam mengembangkan seni tari dan budaya seni lokal. Hal ini juga memberikan manfaat langsung, mengembangkan keterampilan kreatif, dan membuka pintu bagi pemahaman yang lebih mendalam tentang seni dan ekspresi diri.


Lap : Vie







Komentar