oleh

Hadapi Persaingan Pasar, Dr Annisa Mardatillah Ajak Pengrajin Batik Melayu Riau Kembangkan Pemasaran di Dunia Digital

Pekanbaru, Detaksatu.com : Dosen Ilmu Administrasi Bisnis Universitas Islam Riau (UIR) Dr Annisa Mardatillah MSi bersama mahasiswa Nieken Adrianti melaksanakan pengabdian Kepada Masyarakat (PKM) pada kelompok pengrajin Batik Melayu Riau. Pelaksanaan kegiatan dilaksanakan pada 18 Maret hingga 15 Juni 2024 yang lalu.

Menurut Dr Annisa Mardatillah MSi mengatakan pengrajin Batik Melayu di Provinsi Riau sedang menghadapi tantangan dan mengeksplorasi peluang dalam memanfaatkan pemasaran digital untuk mempromosikan seni dan kerajinan mereka yang khas.

Dalam era yang semakin digital ini, pengrajin Batik Melayu menghadapi beberapa masalah yang perlu diatasi untuk memaksimalkan potensi pasar global dan meningkatkan keberlanjutan usaha mereka.

“Salah satu tantangan utama yang dihadapi adalah akses dan keterbatasan dalam mengadopsi teknologi digital. Meskipun ada peningkatan dalam penggunaan internet di kalangan pengrajin, tidak semua memiliki pengetahuan atau keterampilan yang cukup untuk mengelola platform digital secara efektif. Inisiatif pendidikan dan pelatihan dalam pemasaran digital menjadi krusial untuk memastikan pengrajin dapat memanfaatkan alat-alat tersebut dengan baik,” jelas Dosen Pascasarjana UIR.

Selain itu, pengrajin Batik Melayu juga menghadapi persaingan yang semakin ketat di pasar online. Untuk dapat bersaing dengan produk-produk global dan lokal lainnya, mereka perlu mengembangkan strategi pemasaran yang efektif dan diferensiasi untuk menarik perhatian konsumen potensial.

“Ini termasuk membangun merek yang kuat, mengoptimalkan SEO (Search Engine Optimization), dan memanfaatkan media sosial untuk membangun komunitas penggemar yang terlibat,” tambahnya.

Di sisi lain, pemasaran digital juga membawa peluang besar bagi pengrajin Batik Melayu. Dengan memanfaatkan platform e-commerce dan media sosial, mereka dapat mencapai pasar global tanpa terbatas oleh batasan geografis.

“Ini memungkinkan mereka untuk menjual karya-karya mereka secara langsung kepada kolektor dan pecinta seni dari berbagai belahan dunia, memperluas basis pelanggan mereka secara signifikan,” ucap Dr Annisa Mardatillah MSi.

Lebih lanjut, dalam upaya untuk mengatasi tantangan dan memanfaatkan peluang ini, para pengrajin Batik Melayu perlu mengembangkan strategi pemasaran digital yang holistik. Mereka dapat bekerja sama dengan ahli pemasaran digital, organisasi non-profit, dan lembaga pendidikan untuk membangun kapasitas dan mengembangkan kampanye yang berdampak besar.

Sebagai bentuk upaya tersebut, pengrajin Batik Melayu berharap dapat tidak hanya meningkatkan penjualan dan pendapatan mereka, tetapi juga untuk meningkatkan kesadaran global tentang keindahan dan nilai budaya dari Batik Melayu.

“Kami mengundang masyarakat untuk mendukung dan mengapresiasi kerajinan tradisional ini melalui dukungan dalam bentuk pembelian langsung atau partisipasi dalam acara dan workshop yang diadakan. Batik Melayu adalah seni tradisional khas yang dikenal dengan pola yang rumit dan warna yang mencolok. Pengrajin Batik Melayu berkomitmen untuk melestarikan warisan budaya ini sambil menyesuaikan diri dengan era digital melalui strategi pemasaran yang inovatif dan berkelanjutan,” ungkap Ketua PKM Dr Annisa Mardatillah MSi.

Lap : Vie

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Terbaru