oleh

PT Trifa Abadi Terkesan Lambat Kerjakan Proyek Jalan Jalur Dua Airmolek, Ini Kritik Hatta Munir

INHU, DETAKSATU.COM – Kegiatan Proyek Dua Jalur jalan dalam Kota Airmolek Kecamatan Pasirpenyu Kabupaten Indragiri Hulu Provinsi Riau menghabiskan Dana Besar dalam proses pengerjaannya Berjalan Lambat.

Pembangunan infrastruktur memang memakan anggaran yang besar. Apalagi proyek pembangunan jalan. Salah satunya melanjutkan pembangunan jalan dua jalur dalam kota Airmolek.

Pembangunan proyek jalan dua jalur tersebut terkesan berjalan lambat, terpantau setiap hari pekerjaan pengecoran parit sangat merugikan pedagang karena tenaga kerjanya terbatas sangat sedikit untuk gesah proyek tersebut bisa cepat diselesaikan.

Banyak laporan dari warga pedagang pasar Airmolek yang terkena proyek mengeluh selama proyek berjalan jual beri mereka anjlok merosot tajam karena halaman Rumah Toko (Ruko) setelah digali parit tidak segera dibangun dengan cepat Pembangunan paritnya.

Meski dana yang dikeluarkan cukup fantastis, yakni jalan dua jalur ruas Jembatan Pasar Airmolek- sampai Sekolah MAN, sepanjang 800 Meter dengan anggaran Rp 13,969 miliar dan Dana tersebut berasal dari APBD Provinsi Riau Tahun 2024. Ujar Bung Hatta Munir, Aktivis Kemanusiaan Sosial Inhu kepada Detaksatu.com, Minggu (23 Juni 2024) sekira pukul 11.00 wib di pasar Airmolek.

Menurut Tokoh Masyarakat Inhu itu, Berdasarkan pantauan Minggu, per tanggal 23 Juni 2024 Pembangunan Jalan dua jalur Airmolek itu masih banyak paritnya tidak segera belum dicor hingga mengarah ke Wonorejo Kelurahan Airmolek Satu Pengerjaannya cor Parit pun masih terputus putus.

Mantan Anggota DPRD Inhu dimasanya itu mengingatkan pelaksana pekerjaan (Kontraktor) agar proyek bisa selesai sesuai Masa kontrak harus menambah Kru tenaga kerja untuk membuat parit supaya terkesan pekerjaan nya tidak lambat dan masyarakat yang depan Rukonya terkena proyek tidak dirugikan dampak dari lambatnya proyek lantas menyatakan bahwa masyarakat sangat kecewa dengan pekerjaan jalan cor parit yang tak profesional.

“Selama ini setiap ada pertemuan baik dengan PUPR Kabupaten maupun Provinsi kami selalu sampaikan meminta PPK dan Konsultan harus tegas,” ucapnya.

Menurut Pengiat Sosial Inhu itu lambatnya pengerjaan proyek tersebut sebenarnya tidak boleh terjadi ini disebabkan karena kurang tegasnya PPK dan Konsultan pengawas.

“Kami juga heran kenapa proyek dengan dana sebesar itu justru selalu bermasalah selama pelaksanaannya dan tidak begitu kualitasnya buruk,” kata Pak Hatta M. (Redaktur)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *