oleh

Terkait Lonsor, Insfratruktur Jalan Kabupaten Dikec Lirik Dan Pasirpenyu Belum Ada Diperbaiki Bhabinkamtibmas Dan Pemangku Adat Angkat Bicara

INHU, DETAKSATU.COM – Jalan penghubung Desa Japura, Desa Pasir Sialang Jaya (PSJ), Desa Petalongan, Desa Lembah Dusun Gading (LDG) dan Desa Airmolek 2 Jalan Kabupaten yang menghubungkan Kecamatan Pasir Penyu dan Kecamatan Lirik kondisi terkini Insfratruktur jalan yang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri hampir putus. Paskah hari raya Idul Fitri jalan tersebut terancam ambles ke sungai.

Pantauan di lapangan kondisi terkini akibat longsor juga mengalami abrasi jalan Kabupaten yang berada dipinggir sungai Indragiri ini membuat jalan di atasnya hanya tersisa satu meter. Kepolisian setempat juga sudah memasang rambu-rambu agar tidak membahayakan bagi masyarakat yang melintasinya agar tidak mengalami kecelakaan dan Terjadi korban jiwa dilokasi tersebut.

Diketahui disepanjang ruas jalan tersebut setiap hari mengalami bibir tebing jalan kabupaten itu mengalami peningkatan lonsor sedikitnya terdapat 5 titik abrasi yang membuat sebagian badan jalan amblas kedalam sungai Indragiri dan kondisi tersebut sudah lama berlangsung.

Menurut warga yang berdomisili disekitar jalan yang lonsor itu Pemkab Inhu dan PUPR PROV Riau telah berkali kali melakukan inventarisasi turun kelokasi lonsor juga Anggota DPR RI, dari Partai PKS pernah Infeksi Mendadak (Sidak) kelokasi lonsor tersebut didampinggi perwakilan dari Pemkab Inhu.

Karena Jalan tersebut berdekatan dengan Desa PSJ tempat kampung halaman dan kelahiran Bupati Inhu, Rezita Meylani SE dan keberadaan jalan kabupaten itu sangat dibutuhkan oleh masyarakat sebagai transportasi pemasaran hasil pertanian dan perkebunan serta menghubungkan antara Kecamatan Lirik dengan Pasir Penyu, khusus yang berdomisili sepanjang Daerah Aliran Sungai (DAS) Indragiri.

Menyikapi jeritan serta keresahan masyarakat yang sudah berlangsung lama itu, Wartawan Detaksatu.com bincang bincang disalah satu warung kopi di pasar Airmolek dengan Tokoh Adat dan Bhabinkamtibmas Desa LDG dan Desa Petalongan terkait tidak adanya tindak-lanjut untuk mengantisipasi agar jalan tersebut bisa dilalui dengan lancar dan aman tidak ada rasa takut melintasinya.

Bhabinkamtibmas Desa Lembah Dusun Gading (LDG) dan Desa Petalongan Kecamatan Pasirpenyu Kab Inhu-Riau Aipda Hendrik Nainggolan SH mengatakan ada terucap akan memberikan pemikiran cemerlang terhadap jalan yang abrasi tersebut.

Dijelaskan Aipda Hendrik Nainggolan SH sebenarnya kalau pemerintah dan masyarakat ingin jalan longsor agar tidak terlalu membahayakan penguna jalan tak usah menunggu anggaran dari APBN sebab yang mengunakan jalan tersebut bukan mereka, jadi Pemda dan masyarakat harus bersatu padu untuk mengatasinya.

Menurut Bhabinkamtibmas itu, kita bagi bagi tugas Pemerintah Daerah hanya mempersiapkan satu unit alat berat (Excavator), Karung untuk diisi pasir dan Kayu Cerocok ukuran diameter 15 – 20 Cm panjang 4 meter, Masyarakat kerahkan untuk kumpulkan semua (Bocai) Motor Perahu Penyedot Pasir yang ada pemiliknya warga Desa Lembah Dusun Gading dan Desa Petalongan.

Terus Excavator gunanya untuk tancapkan Kayu Cerocok dipinggir jalan sebelah sungai untuk penahan tumpukan karung yang sudah diisi pasir, untuk mengisi lobang bekas longsor biasanya diisi tanah karena daerah itu banyak tersedia pasir itulah tugas Bocai perahu sedot pasir tersebut untuk mengantikan tanah dengan pasir.

Masih ucap Aipda Hendrik kalau sudah terealisasikan usulan dan ide tersebut kalau memang ada anggaran tersedia diatas badan dan bahu jalan sudah terisi pasir langsung dicor kalau perlu dikasih tulang besi agar kokoh corannya, mudah mudahan jalan Kabupaten yang menghubungkan dua kecamatan tersebut bakal aman dilalui oleh kendaraan.

Diakhir komentar Aipda Hendrik Naingola SH mengatakan kepada awak media dirinya sedikitpun dia sebagai Polri sebagai Bhabinkamtibmas yang ditugaskan di Dua Desa tersebut tidak ada menyudutkan siapa saja terhadap idenya itu, ini hanya pemikiran pribadinya.

“Silahkan dianalisa oleh pihak yang berkompeten kalau pemikirannya bermanfaat silahkan direalisasikan tapi kalau tidak ada manfaatnya silahkan diabaikan juga tidak masalah,” ujarnya.

Selanjutnya tempat yang sama Pemangku Adat Desa Jatirejo H Jumian menambahkan bahwa masyarakat minta kepada Bupati Inhu supaya mempersiapkan anggaran untuk memperbaiki jalan yang sudah meresahkan itu, tolonglah berharap kepada Pemdakab Inhu atau Ibuk Bupati secepatnya dicarikan solusinya.

Kalau terus tidak dicarikan jalan keluarnya bagaimana jalan kabupaten tersebut bisa lancar dilewati oleh kendaraan seperti sedia kala, sebagai pemangku adat prihatin kuatir masyarakat yang berdomisili di DAS Indragiri bakal terisolir desanya sulit untuk pemasaran hasil pertanian dan perkebunan jelas bisa menganggu perekonomian mereka,” singkatnya. (EDITOR – FZ)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *