oleh

Terkait Rumah Warga Terancam Hanyut, Dodi Irawan Telpon Kadis PUPR Dan Bappeda Inhu

DETAKSATU, INHU – Terkait terbitnya pemberitaan dimedia ini (Detaksatu.com) pada hari Kamis (26/01/2023) tidak pedulinya pemerintah dan anggota DPRD terhadap nasib yang menimpa rumah warga disepanjang Parit yang melintasi pemukiman di Kelurahan Sekar Mawar Kec Pasir Penyu.

Parit yang dihulunya dari Areal PT TPP dan dihilirnya Sungai Indragiri apabila hujan turun rumah warga dipastikan hanjut dihantam derasnya debit air yang melintas diparit tersebut

Pada pemberitaan tersebut masyarakat minta Pemkab segera membangun Draenase untuk menahan tebing dibibir parit agar tidak Abrasi dan rumah warga tidak diterjang arus dari aliran parit.

Masyarakat juga merasa apa yang dialaminya sampai saat ini belum direspon, artinya Pemda dan DPRD seperti Tutup Mata dengan keluhan masyarakat.

Sementara kejadian tersebut juga sudah berlangsung tahunan mulai dari Camat Pak H Syahruddin sampai sekarang dan diusulkan setiap Tahun Anggaran melalui Musrenbang Kelurahan dan Musrenbang Kecamatan.

Menyikap hal tersebut Jumat (27/01/2023) respon cepat Anggota DPRD Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu) dari Partai PKB Dodi Irawan langsung mengunjungi Bengkel Servis Mobil milik Pak Askariadi yang kondisi dapur bekelnya sudah diujung tanduk beresiko tinggi seandainya hujan turun bakal dihantam terjangan arus dari paret limpahan dari Perusahaan Kelapa Sawit milik TPP.

Melalui Via Telpon dikonfirmasi Detaksatu.com, Anggota DPRD Inhu, Dodi Irawan mengatakan mendengarkan keluhan dari para tokoh masyarakat Kec Pasir Penyu. Salah seorang tokoh masyarakat Pak Askariadi yang minta Pemkab supaya membangun Draenase atau parit beton pada setiap titik kerusakan parah pada saluran parit.

Lanjut Dodi Irawan setelah melakukan kunjungan di tempat lokasi kejadian wajar masyarakat marah besar terhadap Pemkab dan DPRD Inhu, dimana terlihat jelas dilokasi banyak rumah warga bagian dapurnya sudah diatas bibir tebing parit yang sewaktu waktu bakal hanyut dihantam derasnya arus sungai tersebut.

Selanjutnya melihat kondisi sangat darurat (emergency) Dodi langsung menghubungi Kadis PUPR dan Bapedda Kab Inhu, minta segera dicarikan solusinya bagaimana keluhan masyarakat bisa direalisasikan.

Masih kata Dodi pihak PUPR dan Bapedda segera turunkan Tim ke lokasi bencana untuk melihat langsung kondisi di TKP.

Ketika ditanya apakah bisa direalisasikan TA 2023 ini Dodi menjelaskan kalau dipaksakan dibangun melalui anggaran 2023 dalam anggaran yang disahkan belum ada, insya Allah nanti kalau memungkinkan kemampuan dana APBD Perubahan sama kita lihat kondisinya, hal ini tetap menjadi perhatian serius bagi politisi partai PKB Dapil 3 kelahiran Kec Peranap itu.

Satu sisi Pihak perusahaan PT TPP memikirkan hal tersebut jangan berdiam diri parit itu juga untuk pembuangan aliran air dari kebun sawit miliknya dari dana CSR supaya pemerintah daerah bisa terbantu menanggulangi pembangunan Draenase. (LAPORAN FAUZI)

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *