oleh

Anggota DPR RI Karmila Sari Soroti Pentingnya Pelestarian Budaya dan Pendidikan di Rokan Hilir

Bangko Pusako, Detaksatu.com : Festival Budaya Lintas Etnis di Kecamatan Bangko Pusako memancarkan aura persatuan dan kebersamaan. Acara yang digelar di lapangan KH Daud Jalil pada Jumat malam, 22 Agustus 2025, ini menjadi bukti nyata kekayaan budaya yang dimiliki oleh wilayah tersebut. Berbagai pertunjukan seni dari beragam suku bangsa memukau ribuan warga yang hadir. Salah satu penampilan yang paling dinanti adalah tarian solah dari etnis Melayu yang diiringi dengan nyanyian Zapin.

Karmila Sari, anggota Komisi X DPR RI Fraksi Golkar, menjelaskan bahwa festival ini adalah inisiatif dari Kementerian Kebudayaan. Sebagai salah satu mitra Komisi X, Kementerian Kebudayaan memberikan kesempatan kepada anggota DPR RI untuk mengadakan kegiatan “Semarak Budaya.

“Tujuannya supaya kita terus-menerus mentradisikan, meneruskan kebiasaan leluhur dan hal-hal baik yang kita sampaikan dalam pertunjukan,” kata Karmila.

Karmila menambahkan bahwa seni adalah jembatan yang memudahkan orang untuk saling menghormati dan menghargai perbedaan. “Tidak mudah untuk menerima dan beradaptasi dari berbagai kebiasaan dan kebudayaan yang berbeda, namun dengan keindahan seni baik itu tarian dan nyanyian, memudahkan kita untuk saling menghargai,” jelasnya.

Selain sebagai ajang pelestarian budaya, kegiatan ini juga menjadi sarana bagi Karmila untuk tetap dekat dengan masyarakat sebagai wakil rakyat. Ia menyoroti peran Komisi X yang membidangi pendidikan, kebudayaan, riset, dan statistik. Ini adalah kali pertama perwakilan dari Riau duduk di Komisi X, yang mengemban amanah besar untuk menyalurkan berbagai aspirasi masyarakat.

Karmila juga menyinggung program beasiswa yang dikelola oleh Komisi X. Ia menginformasikan bahwa ada program beasiswa untuk siswa SD hingga SMA yang berprestasi dan kurang mampu. Beasiswa ini bertujuan untuk meringankan beban orang tua dan menunjang kualitas pendidikan anak-anak. “Uang beasiswa langsung masuk ke rekening, bisa digunakan untuk membeli sepatu, seragam, atau buku,” ujarnya.

Dengan perolehan 90.000 suara pada Pemilu sebelumnya, Karmila merasa mengemban amanah besar. Ia berharap dapat memanfaatkan posisinya untuk mempercepat kemajuan Rokan Hilir. Bekerja sama dengan berbagai pihak, mulai dari pemerintah daerah hingga masyarakat, menjadi kunci utama untuk mencapai tujuan ini. “Kita harus kerja sama yang luar biasa secara konsisten, berkelanjutan, kreatif, dan inovatif,” tambahnya.

Karmila juga menyampaikan optimismenya tentang program-program yang akan datang, terutama yang berkaitan dengan Komisi X. Ia menyebutkan bahwa sudah ada 15 sekolah di wilayah tersebut yang sangat membutuhkan perhatian. “Kami akan terus berupaya agar anak-anak kita jangan sampai putus sekolah,” tegasnya.

Di akhir sambutannya, Karmila menekankan bahwa acara ini bukanlah satu-satunya wadah untuk bertemu dengan masyarakat. Ia membuka diri untuk menerima usulan dan aspirasi melalui berbagai jalur, termasuk WhatsApp. Ia juga meminta panitia untuk memodifikasi acara dengan menyelipkan pertunjukan seni di sela-sela sambutan, agar audiens tidak bosan.

“Mudah-mudahan dengan banyak kegiatan yang bersentuhan dengan masyarakat, kita mengutamakan adab dalam perilaku kehidupan sehari-hari,” harap Karmila.

Senada Sekretaris Camat (Sekcam) Yusfrizal menyampaikan apresiasinya terhadap acara ini. Ia menjelaskan bahwa Kecamatan Bangko Pusako terdiri dari 14 kepulauan dan dua kelurahan dengan total penduduk yang sangat banyak.

“Pada tahun lalu, jumlah pemilih kita mencapai lebih kurang 46.000 penduduk. Bangko Pusako ini terdiri dari berbagai macam etnis, suku, dan agama, terutama suku Melayu, Jawa, Batak, Minang, dan banyak lagi,” ujar Yusfrizal.

Lap : Vie

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *