Pekanbaru, Detaksatu.com : Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Dirjen Dikti) Kemdiktisaintek Prof Khairul Munadi melakukan kunjungan kerja ke kantor Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) Wilayah XVII Riau dan Kepulauan Riau pada Sabtu (16/8).
Kunjungan ini diawali dengan pemaparan profil LLDIKTI XVII oleh Kepala LLDIKTI Wilayah XVII Riau dan Kepri Dr H Nopriadi, SKM, Mkes, Hingga Agustus 2025 LLDIKTI Wilayah XVII membina 93 Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dengan total 621 program studi. Adapun sumber daya manusia yang terlibat mencakup 5.319 dosen dan 151.499 mahasiswa yang tersebar di berbagai perguruan tinggi.
Data Kondisi LLDIKTI XVII (Agustus 2024 – Agustus 2025)
Berdasarkan data PDDIKTI yang dipaparkan melalui presentasi, terjadi sejumlah perkembangan penting:
Jumlah PTS: meningkat dari 89 pada 2024 menjadi 93 pada 2025.
Jumlah program studi: bertambah dari 589 (2024) menjadi 621 (2025).
Akreditasi perguruan tinggi: jumlah PTS terakreditasi meningkat dibandingkan tahun sebelumnya.
Jumlah dosen: naik menjadi 5.319 dosen. Jumlah mahasiswa: meningkat dari 143.992 (2024) menjadi 151.499 (2025).

Distribusi mahasiswa berdasarkan rumpun ilmu: mayoritas berada pada rumpun Ekonomi (25,3%), Teknik (23,5%), dan Sosial (17,9%).
PTS Belum Terakreditasi
Dalam paparannya, Kepala LLDIKTI juga menyampaikan daftar PTS yang saat ini belum terakreditasi perguruan tinggi, antara lain Universitas Dumai, Universitas Sains dan Teknologi Indonesia, Universitas Persada Bunda Indonesia, Institut Teknologi dan Sains Meranti, hingga sejumlah akademi kebidanan dan sekolah tinggi di Riau dan Kepulauan Riau.
Meski demikian, terjadi peningkatan jumlah PTS yang telah terakreditasi dibandingkan tahun sebelumnya, disertai dengan kenaikan jumlah dosen.
Pesan Dirjen Dikti
Dalam arahannya, Prof Khairul Munadi menegaskan bahwa LLDIKTI merupakan wajah depan Kementerian. Baik buruknya layanan LLDIKTI menjadi cerminan kinerja Ditjen Diktiristek.
“Mari kita tempatkan PTS sebagai mitra yang sama-sama ingin memajukan pendidikan tinggi di Indonesia dengan pola kemitraan saling menguatkan,” ujarnya.
Lebih lanjut, beliau menekankan tiga hal penting:
1. Percepatan layanan — meningkatkan kualitas layanan perizinan, akreditasi, dan kepegawaian.
2. Penguatan kapasitas PTS — agar dapat berkembang dan bersaing secara sehat.
3. Paradigma Diktisaintek Berdampak — LLDIKTI sebagai ujung tombak dalam menumbuhkan semangat kampus berdampak yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan daerah.

Di akhir kunjungan, Khairul Munadi mendoakan agar LLDIKTI Wilayah XVII dapat menjadi center of excellence. Ia juga mendorong inovasi layanan yang sederhana dan tepat guna, selama tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku, demi memudahkan perguruan tinggi di wilayah Riau dan Kepulauan Riau.
Lap : Vie







Komentar