Pekanbaru, detaksatu : PT Bank Riau Kepri Syariah (Perseroda) terus memperkuat ketahanan sistem teknologi informasi guna mengantisipasi ancaman kejahatan siber yang kian marak menimpa industri keuangan. Langkah proaktif ini diwujudkan melalui penyelenggaraan Workshop Pengujian Penanganan Insiden Keamanan Siber dengan metode Table-Top Exercise bertempat di Ruang Hang Tuah Lantai 5, Menara Dang Merdu BRK Syariah, (26/10/2026).
Kegiatan yang diinisiasi oleh Divisi Manajemen Sumber Daya Insani (SDI) BRK Syariah ini diikuti oleh Pemimpin Divisi, Pemimpin Bagian, hingga Staf Kantor Pusat BRK Syariah.
Acara tersebut dibuka secara resmi oleh Komisaris Independen BRK Syariah Roy Prakoso beserta Direktur Kepatuhan & Manajemen Risiko BRK Syariah Fajar Restu Febriansyah didampingi Pemimpin Divisi Manajemen Sumber Daya Insani BRK Syariah Rina Muthia Zuhra, dan Ketua Tim Cyber Management BRK Syariah Andrian Faizal.
Dalam sambutannya, Komisaris Independen BRK Syariah Roy Prakoso menyampaikan mengingatkan pentingnya mengambil pelajaran berharga dari berbagai insiden siber yang pernah menimpa sektor perbankan, baik domestik maupun internasional.
“Serangan siber dapat memberikan dampak yang sangat fatal, bahkan mampu menggerus laba bank secara drastis dari ratusan miliar hingga hanya tersisa belasan miliar rupiah. Hal ini menjadi peringatan keras bagi kita semua untuk meningkatkan kewaspadaan,” tegas Roy Prakoso dalam arahannya.
Roy menambahkan, penguatan mitigasi siber harus dilakukan secara komprehensif dari aspek operasional hingga teknis jaringan. Di antaranya melalui evaluasi menyeluruh terhadap pemilihan dan tata kelola Security Operations Center (SOC), pengawasan ketat terhadap file log vendor dan remote access, pembatasan penggunaan akun email non-korporat/gratisan yang berpotensi membawa malware, hingga penguatan koordinasi di tingkat direksi. Ia juga mengusulkan agar kesadaran akan keamanan siber (cybersecurity awareness) ditanamkan secara konsisten melalui morning briefing berkala di seluruh unit kerja.
“Kita harus mengedepankan tindakan preventif dan antisipatif sebelum serangan terjadi. Pengawasan SOC yang murah berisiko terlambat mendeteksi serangan, sehingga sistem mudah jebol. Karena itu, evaluasi menyeluruh dan langkah mitigasi antisipatif mutlak dilakukan guna melindungi seluruh data dan integritas bank,” tambahnya.
Melalui agenda ini, BRK Syariah terus berkomitmen untuk memastikan keberlangsungan operasional dan keamanan data nasabah di tengah derasnya arus digitalisasi perbankan.
Editor : Vie









